Bupati Parimo Usulkan 79 Sekolah Terpencil ke Mendikdasmen

Bupati Parimo, Erwin Burase menemui Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah. (FOTO:Istimewa)

PARIMO-SenderNews.id-Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengusulkan 79 sekolah terpencil ke Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah, sebagai upaya memperjuangkan pemerataan akses pendidikan hingga ke wilayah terpencil.

Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, menjelaskan bahwa sedikitnya terdapat 79 sekolah di Parimo yang secara regulasi masuk kategori terpencil, meski jumlah sebenarnya diyakini lebih banyak. Kondisi itu, menuntut kebijakan khusus berupa pendirian sekolah terpadu dari jenjang PAUD hingga SMP.

banner 970x250

“Sekolah terpadu adalah solusi jangka panjang. Selain itu, rumah dinas dan kendaraan dinas bagi guru juga penting agar mereka betah bertugas di lapangan,” ungkapnya belum lama ini.

Ia menjelaskan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta tantangan geografis membuat dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar anak-anak di pelosok tetap mendapat hak pendidikan yang layak.

Menanggapi hal itu, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyatakan dukungannya. Ia menilai gagasan sekolah satu atap sangat relevan bagi daerah seperti Parigi Moutong, karena dapat memperkuat mutu pendidikan melalui pemerataan fasilitas dan kebijakan inovatif.

“Pemerintah pusat berkomitmen memperkuat mutu pendidikan dengan pemerataan fasilitas dan program strategis, seperti distribusi perangkat digital Interactive Flat Panel (IFP), penugasan guru ASN ke sekolah swasta, hingga kebijakan satu hari belajar guru,” jelasnya.

Selain itu, ia menegaskan akan mengaji kembali tunjangan khusus bagi guru di daerah sulit akses untuk memastikan kesejahteraan mereka tetap terjamin.

Mendikdasmen juga menginstruksikan Pemkab Parimo agar segera memasukkan rencana kebutuhan pendidikan melalui permohonan resmi sesuai ketentuan, agar dapat diprioritaskan dalam program tahun anggaran mendatang.

Melalui langkah tersebut, Pemkab Parigi Moutong berharap dukungan nyata pemerintah pusat dapat segera terealisasi, sehingga pemerataan pendidikan di daerah terpencil tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *