Bupati Parimo Telusuri Penyebab Penumpukan Beras dan Gabah Petani

Bupati Parimo, Erwin Burase.

PARIMO, SenderNews.id-Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Buraseakan menelusuri penyebab penumpukan beras dan gabah milik petani yang hingga kini belum terjual dan masih tersimpan di sejumlah gilingan. Persoalan ini harus segera mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

“Saya akan mengundang Kepala Dinas Ketahanan Pangan untuk menelusuri lebih jauh. Kalau terjadi penumpukan beras dan gabah, maka solusinya harus segera ditemukan,” ungkapnya usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Parimo, Selasa (28/10)

banner 970x250

Menurutnya, jika situasi ini terus dibiarkan berlarut, beras petani bisa mengalami kerusakan dan menyebabkan kerugian besar bagi para petani.

Ia juga mengungkapkan kekhawatiran bahwa sebagian petani mulai mengancam akan mogok menanam apabila masalah ini tidak segera ditangani.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan segera menyurati pihak Bulog agar dapat mengambil dan menyimpan beras milik petani sebagai langkah awal memberikan solusi.

Langkah itu diharapkan dapat mencegah kerusakan hasil panen serta membantu petani mempertahankan kualitas beras dan gabah mereka.

Saat ditanya mengenai dugaan penutupan akses pembelian beras dari luar daerah, seperti Sulawesi Utara dan Gorontalo, Bupati Erwinmengaku belum mengetahui pihak mana yang melakukan penutupan tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada penutupan seperti itu. Nanti akan kita coba telusuri,” jelasnya singkat.

Ia menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Parigi Moutong mengalami surplus hasil panen. Biasanya, beras petani dibeli oleh pihak luar daerah, namun belakangan tidak ada lagi penyerapan pasar.

Menurutnya, Parimo sebelumnya tergolong daerah dengan produksi beras berlebih, namun kini dipengaruhi oleh inflasi dan distribusi yang tidak seimbang.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga agar masyarakat dan petani sama-sama diuntungkandalam kegiatan ekonomi daerah.

“Kalau harga beras terlalu murah, yang susah adalah petani. Tapi kalau terlalu mahal, masyarakat yang dirugikan. Di situlah kehadiran pemerintah untuk menjaga keseimbangan,” pungkasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *