PARIMO, SenderNews.id— Petani durian Montong di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), mendorong pemerintah daerah untuk membentuk wilayah perkebunan durian yang terintegrasi.
Gagasan ini muncul dari keinginan petani agar pengelolaan dan pengembangan durian Montong dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Selama ini, budidaya durian Montong di Parimo masih dilakukan secara sporadis dan dilakukan secara individu di berbagai wilayah. Kondisi tersebut membuat para petani kesulitan dalam hal pembinaan, pengawasan kualitas, serta pengelolaan hasil panen secara kolektif.
Salah seorang Patani, Nyoman Rai, mengatakan melalui kawasan perkebunan terintegrasi, petani berharap ada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga riset untuk mendorong peningkatan produktivitas dan mutu buah. Dengan demikian, durian Montong Parimo dapat bersaing di pasar nasional bahkan internasional.
Ia mengungkapkan, integrasi lahan akan membuka peluang bagi pengembangan inovasi baru. “Kalau ada kawasan khusus, kita bisa melakukan penelitian dan pelatihan bersama untuk menghasilkan varietas unggul dari hasil persilangan antara durian Montong dan durian lokal,” ungkapnya, Selasa (4/11).
Menurutnya dia, potensi pengembangan varietas baru sangat besar karena durian lokal Parimo memiliki cita rasa khas yang bisa menjadi pembeda di pasaran. Perpaduan antara Montong dan durian lokal dapat menghasilkan karakter rasa dan aroma yang unik.
Ia menjelaskan, Durian Montong sendiri sudah dikenal luas sebagai salah satu komoditas unggulan Parimo. Rasanya yang manis legit, ukuran buah besar, serta ketahanan panen membuatnya digemari masyarakat. Namun, keberhasilan tersebut belum diikuti oleh sistem pengelolaan yang modern dan terarah.
“Keterbatasan lahan produktif, kurangnya pendampingan teknis, serta minimnya akses terhadap permodalan menjadi tantangan utama petani dalam mengembangkan durian Montong,” jelasnya.
Selain itu, belum adanya pusat penelitian dan pengembangan varietas membuat inovasi di tingkat petani berjalan lambat.
Petani lainnya, Agusrianto, rencana pembentukan wilayah perkebunan terintegrasi dapat sejalan dengan program penguatan komoditas unggulan daerah.
“Komoditi durian memang berpotensi besar menjadi ikon baru sektor perkebunan Parimo, seperti beras, kelapa dan beberapa komoditi lainnya,” terangnya.
Selain meningkatkan hasil produksi, keberadaan kawasan perkebunan durian terintegrasi juga dapat menjadi sarana edukasi dan pelatihan bagi petani muda. Mereka bisa belajar langsung mengenai teknik okulasi, manajemen lahan, hingga strategi pemasaran berbasis digital.
Petani berharap dukungan pemerintah tidak hanya sebatas program bantuan alat dan bibit, tetapi juga pembinaan jangka panjang yang mendorong kemandirian petani.
“Dengan kolaborasi yang baik, Parimo berpeluang besar menjadi pusat pengembangan durian unggulan di Indonesia Timur,” pungkasnya.







