PARIMO,Sendernews.id- Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Parigi Moutong (PARIMO) , Faradiba Zaenong, menegaskan perlunya penataan yang adil dan layak bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam setiap penyelenggaraan event besar, termasuk Festival Teluk Tomini (FTT) 2025.
Pernyataan ini disampaikan merespons keluhan UMKM terkait penempatan tenda pada kegiatan yang digelar Kamis (20/11).
Ia menekankan, UMKM bukan hanya peserta pameran, melainkan fondasi ekonomi daerah dan nasional yang kontribusinya sangat besar. Mengingat bahwa sektor UMKM menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja.
“Dengan kontribusi sebesar ini, mereka harus ditempatkan secara pantas, tanpa merasa dianaktirikan,” ungkapnya
Meski penataan tenda FTT tahun ini sudah final dan tidak dapat diubah, ia menilai kejadian tersebut harus menjadi pembelajaran penting bagi penyelenggara kedepanya.
Ia mendorong agar event berikutnya memiliki standar penempatan UMKM yang lebih adil, transparan, dan berpihak pada pelaku usaha kecil.
“Hari ini acara sudah berjalan, tentu penataan tidak bisa diubah. Tetapi untuk ke depan, kami mendorong adanya standar penempatan UMKM yang lebih adil, transparan, dan mempertimbangkan kepentingan pelaku usaha kecil,” katanya.
Ia menegaskan bahwa suara UMKM harus menjadi prioritas dalam perencanaan kegiatan besar, mengingat posisi strategis mereka sebagai penggerak ekonomi daerah.
“UMKM membutuhkan lokasi yang strategis untuk meningkatkan penjualan, memperkenalkan produk, dan membuka peluang pasar. Kami ingin memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” pungkasnya.






