PARIMO, Sendernews.id- Bunda PAUD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) , Hestiwati Nanga Erwin, menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak, terutama pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Hal itu ia sampaikan saat menghadiri ajang kreativitas PAUD yang digelar untuk mengasah kemampuan dan keberanian anak-anak.
Menurut Hestiwati Nanga Erwin, banyak ayah yang tanpa disadari kurang menjalin komunikasi dengan anak karena kesibukan. Padahal, peran ayah sangat berpengaruh terhadap perkembangan mental dan emosional anak.
“Sentuhan ayah itu sangat berarti. Meski ayah pendiam, ketika ia berbicara atau menasihati anak, itu menjadi momen yang sangat berharga,” ungkapnya saat membuka Ajang Kreativitas Anak dan Guru PAUD, di Ruang Audiotorium Kantor Bupati, Sabtu (29/11)
Ia juga menyinggung kegiatan peningkatan kapasitas guru PAUD yang berlangsung sehari sebelumnya. Menurutnya, materi yang disampaikan para narasumber sangat bermanfaat dalam memperkuat pemahaman guru mengenai karakter anak. Bahkan ia mengaku menerapkan beberapa materi tersebut pada anaknya yang masih berusia empat tahun.
Hestiwati menegaskan bahwa guru PAUD memiliki tantangan besar karena merekalah yang membentuk pondasi karakter anak sejak dini.
“Guru PAUD ini betul-betul diuji kesabaran dan keikhlasannya. Dari merekalah pembentukan karakter anak dimulai,” katanya.
Ia juga mengajak para orang tua untuk membangun komunikasi yang erat dengan guru PAUD. Menurutnya, banyak informasi penting tentang perilaku dan karakter anak yang lebih dulu diketahui oleh guru.
“Terkadang kita tidak tahu kondisi anak karena kesibukan. Maka penting bertanya kepada guru: bagaimana anak hari ini? Senang, murung, atau sedang marah?” jelasnya.
Dalam kegiatan itu, ia turut mengapresiasi berbagai lomba yang digelar, seperti lomba busana, bercerita, dan peran ayah dalam mendongeng. Menurutnya, ajang seperti ini mampu menggali potensi dan keberanian anak.
“Melalui lomba, kita bisa melihat karakter asli anak. Yang pendiam bisa tampil percaya diri,” tambahnya.
Hestiwati juga menyoroti program nasional Presiden Prabowo Subianto tentang cek kesehatan gratis bagi siswa kelas 1 SD yang akan diperluas hingga tingkat kabupaten. Pemeriksaan tersebut mencakup kesehatan fisik dan mental anak.
“Dengan pemeriksaan dini, kita bisa lebih cepat mengetahui kebutuhan anak dan memberikan pendekatan yang tepat,” terangnya.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan anak, mulai dari mencuci tangan sebelum tidur, perhatian terhadap gigi, hingga pemilihan makanan sehat. Ia mendorong orang tua memperbanyak konsumsi ikan yang kaya protein, mengingat Parigi Moutong memiliki sumber daya ikan yang melimpah.
“Jangan remehkan ikan. Protein dari ikan sangat baik untuk pertumbuhan. Anak saya saja tingginya sampai 180–190 cm karena hampir setiap hari makan ikan,” terangnya.
Ia mengimbau, orang tua agar membangun kedekatan emosional dengan anak. “Ada penelitian yang menyebutkan anak usia 0–18 tahun harus dipeluk minimal lima kali sehari. Itu membangun keakraban dan rasa aman bagi anak,” pungkasnya.







