PARIMO,Sendernews.id- Bupati Parigi Moutong (Parimo) Erwin Burase menegaskan bahwa rotasi dan mutasi kepala sekolah bukan bentuk hukuman, melainkan bagian dari manajemen talenta untuk memastikan pemerataan layanan pendidikan, termasuk di wilayah terpencil.
Ia menjelaskan bahwa kebijakan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan kerap menimbulkan pro dan kontra. Namun, langkah tersebut diambil demi kepentingan pelayanan publik yang lebih baik.
“Kalau semua mau ditempatkan dekat rumah dan di jalan yang bagus, lalu siapa yang mengisi sekolah-sekolah terpencil?” ungkapnya saat melantik 125 Kepsek PAUD, SD dan SMP di Audiotirun Bupati Parimo, Jum’at (02/01)
Ia menekankan bahwa jabatan kepala sekolah bersifat sementara dan akan dievaluasi secara objektif melalui manajemen talenta. Penilaian tidak hanya berasal dari atasan, tetapi juga masukan masyarakat sebagai penerima layanan pendidikan.
“Kalau masyarakat menilai kinerjanya tidak baik, itu menjadi bahan pertimbangan untuk diganti,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa rotasi kerap dilakukan terhadap kepala sekolah yang telah terlalu lama menjabat di satu tempat, bahkan hingga 7–10 tahun, guna penyegaran organisasi dan menjaga iklim kerja yang sehat.
Menurutnya, penugasan di wilayah terpencil justru memiliki nilai pengabdian dan ibadah yang tinggi, serta menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai aparatur negara.
Ke depan, Pemkab Parimo berencana meningkatkan insentif dan fasilitas bagi kepala sekolah di daerah terpencil, termasuk penyediaan rumah jabatan dan kendaraan dinas, sejalan dengan visi-misi daerah di bidang pendidikan.
“Kami ingin ke depan kepala sekolah justru berebut bertugas di daerah terpencil, bukan menolak,” pungkasnya.







