PARIMO, Sendernews.id – Polemik anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Parigi Moutong (Parimo) yang mencuat dalam pembahasan APBD diakui belum diketahui secara rinci oleh Bupati Parimo, H. Erwin Burase. Ia menyebut hingga kini belum menerima laporan lengkap terkait besaran maupun rincian usulan Pokir DPRD tersebut.
Ia mengatakan, dirinya tidak mengikuti langsung pembahasan anggaran dimaksud karena tidak hadir dalam rapat. Pada saat itu, ia meminta Wakil Bupati untuk mewakilinya.
“Saya tidak tahu soal Pokir, karena pembahasan kemarin saya tidak masuk. Nanti kita coba tanyakan yang hadir, kemarin saya minta Wakil Bupati mewakili,” ungkapnya kepada wartawan usai pelantikan Kepala Sekolah, Jum’at (02/01).
Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada laporan resmi yang diterimanya terkait angka maupun detail permintaan Pokir DPRD yang menjadi sorotan publik.
Oleh karena itu, Erwin menyatakan akan melakukan pengecekan kepada pihak-pihak yang mengikuti pembahasan APBD tersebut.
“Soal Pokir saya belum tahu. Itu nanti saya tanyakan lagi, berapa sebenarnya angka yang diminta oleh DPRD,” terangnya.
Meski belum mengetahui detailnya, Erwin menilai secara prinsip pengajuan Pokir oleh DPRD merupakan hal yang wajar, selama masih berada dalam batas kemampuan keuangan daerah dan benar-benar menyasar kepentingan masyarakat.
“Menurut saya DPRD itu wajar. Karena kita datang ke masyarakat sama seperti anggota DPR. Kalau tidak diberikan anggaran yang bisa langsung kita turunkan ke masyarakat, pasti kita akan sulit diterima oleh masyarakat,” jelasnya.
Namun demikian, ia menekankan bahwa Pokir harus bersumber dari hasil reses anggota DPRD dan diusulkan sesuai mekanisme serta ketentuan yang telah diatur. Setiap usulan, kata dia, wajib disertai data yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Yang paling penting itu sesuai kemampuan daerah dan betul-betul tepat sasaran ke masyarakat melalui hasil reses. Ada aturannya, karena data yang diinput itu ada kamus e-Pokir. Harus jelas resesnya kapan, tanggal berapa, yang meminta siapa, dan yang bersangkutan harus hadir,” jelasnya.
Terkait berbagai isu yang berkembang mengenai Pokir DPRD Parimo, Erwin kembali menegaskan belum dapat memberikan penilaian lebih jauh sebelum memperoleh data yang utuh dan valid dari hasil pembahasan.
“Itulah, saya belum tahu sama sekali. Nanti kita tanyakan lagi ke Pak Wabup, mungkin ada yang hadir saat pembahasan,” pungkasnya.







