PARIMO, Sendernews.id – Anggota DPRD Parigi Moutong, Ni Wayan Leli Pariani, secara terbuka menyuarakan keresahan perempuan Kecamatan Ampibabo akibat ktivitas tambang di Buranga, Kecamatan Ampibabo, dinilai mengancam kesehatan warga, khususnya kaum perempuan.
Ia menyebutkan, dampak operasional tambang telah menyebabkan mengeringnya sumur-sumur warga, ini menjadi permasalahan jangan sampai para perempuan terpaksa menggunakan air limbah sungai untuk kebutuhan sehari-hari.
“Saya menyuarakan suara perempuan dari Kecamatan Ampibabo. Kalau mereka harus mandi dengan air limbah sungai, itu sangat berbahaya dan bisa menimbulkan penyakit kulit seperti kudis,” ungkapnya saat rapat Paripurna pengesahan APBD 2026,Senin (12/01).
Kata dia, kondisi ini bukan hanya menyangkut lingkungan, tetapi sudah masuk kesehatan masyarakat, terutama perempuan dan anak-anak rentan terhadap paparan air tercemar.
Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh menutup mata terhadap dampak aktivitas tambang yang sudah mulai dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.
“Kalau air bersih mereka hilang, lalu dipaksa menggunakan air tercemar, ini bukan lagi soal ekonomi, tapi soal keselamatan dan martabat warga,” jelasnya.
Ia meminta agar aktivitas pertambangan di Buranga segera dievaluasi secara menyeluruh, termasuk dampaknya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat, sebelum menimbulkan persoalan yang lebih luas.







