PARIMO, Sendernews-Ketua Kamar Dagang Dan Industri (Kadin) Parigi Moutong Faradiba Zaeong menilai, pembangunan Musala Insepktorat tahun 2025 terkesan mubazir ditengah efisiensi anggaran oleh pemerintah.
“Musala itu tidak tepat sasaran dengan nilai anggaran yang fantastik untuk skala ukuran bangun itu,” ungkapnya saat panen Jagung di Desa Lobu, Sabtu (31/1).
Ia mengatakan, pembangunan tersebut mengelontrorkan anggaran Rp. 200 juta, dengan besaran anggaran tersebut tidak seenaknya mengarahkan pembangunan , seharusnya pemerintah lebih tepat guna.
Jangan sampai bangun itu, yang seharusnya digunakan untuk tempat ibadah, dikhawatirkan akan menjadi tempat hewan berteduh, karena pekerjaan tidak rampung 100 persen
Ia meminta pemerintah tidak memaksakan suatu pembangunan apabila ketersediaan anggaranya belum mencukupi, karena bangunan setengah jadi yang di PHO beresiko jadi aset mangkrak.
“Ini baentuk pemborosan uang publik yang tidak bisa di benarkan,” keluhannya.
Ia menambahkan polemik pembangunan musala menjadi intropeksi bagi pemerintah, khususnya Lembaga DPRD yang membahas penyusunan anggaran, agar kedepannya tidak terjadi hal yang sama.
Ditegaskannya, dengan masih tingginya angka pengangguran serta masih lemahnya kesejahteraan UMKM, pemerintah bisa memprioritaskan anggaran tersebut ke pemberdayaan masyarakat.
Ia menbahkan, jika itu diberikan kepada masyarakat, di pastikan akan meberikan dampak kesejahtraan 30 UMKM, kedepannya juga bisa merekrut tenaga kerja pastinya.
“Kadin sejatinya mendukung pembangunan, namun yang masuk akal priorutas dan berpihak pada masyarakat,” pungkasnya.







