PARIGI, Sendernews.id-Penghargaan yang diterima Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong justru dinilai berbanding terbalik dengan kondisi lapangan. Di tengah meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), apresiasi tersebut dianggap lebih menyerupai kado simbolik tanpa dampak nyata bagi pencegahan bencana.
Sekertaris LSM Sangulara Sulawesi Tengah, Riswan Batjo Ismail,S.Ag,SE, menilai penghargaan yang diterima oleh Pemda Parimo tidak menyentuh substansi persoalan Karhutla yang setiap tahun mengancam keselamatan lingkungan dan masyarakat.
“Penghargaan itu seolah menjadi anomali di tengah ancaman Karhutla. yang dibutuhkan masyarakat bukan seremoni, bahkan puja puji yang jadi pemanis buatan, untuk menyenangkan Penguasa, melainkan konsep program yang menenangkan bagi Rakyat, ada langkah konkret dan kesiapsiagaan di lapangan,” ungkapnya Kamis (5/2)
Menurutnya, hingga kini penanganan Karhutla di Parimo masih cenderung reaktif, dan sangat produktif untuk merusak habitat marga satwa, Upaya pencegahan di lakukan seharusnya konkrit dan berkelanjutan, edukatif,dan partisipatif kepada masyarakat, pengawasan wilayah rawan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan, dinilai belum nyata di mata publik
Ia menyoroti minimnya transparansi indikator penilaian penghargaan tersebut. Ia mempertanyakan dasar pemberian apresiasi ketika fakta di lapangan menunjukkan potensi Karhutla masih tinggi, terutama memasuki musim kemarau.
“Kalau penghargaan diberikan tanpa evaluasi menyeluruh, ini justru berbahaya. Bisa meninabobokan semua pihak, seolah masalah sudah selesai, padahal ancamannya itu nyata,” tegasnya.
Sangulara Sulteng mendesak Pemda Parimo untuk mengalihkan fokus dari kegiatan seremonial ke langkah nyata, seperti penguatan koordinasi lintas instansi, kesiapan alat dan personel, serta pelibatan masyarakat desa sebagai garda terdepan pencegahan Karhutla.
“Penghargaan tidak akan memadamkan api. Yang dibutuhkan adalah komitmen, kehadiran pemerintah di lapangan, dan keberpihakan pada keselamatan rakyat,” pungkasnya







