PARIGI, Sendernews.id – Aktivitas pertambangan emas di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kembali memakan korban jiwa. Seorang penambang lokal dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor di lokasi tambang emas, Kamis (12/2) malam.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 22.15 WITA di area galian lubang tambang emas yang berada di wilayah Desa Buranga. Informasi kejadian ini diperoleh dari warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Korban diketahui bernama Aco (31), beragama Islam, bersuku Kaili, berprofesi sebagai petani, dan berdomisili di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parimo.
Menurut keterangan warga, saat kejadian korban sedang mengambil material emas di dinding tebing galian lubang tambang bersama seorang rekannya. Namun secara tiba-tiba, tebing galian tersebut mengalami longsor dan menimbun keduanya.
“Saat itu mereka sedang mengambil material di dalam lubang. Tiba-tiba longsor dari atas tebing dan menimbun dua orang. Satu orang berhasil keluar, sementara korban masih tertimbun,” ungkap sumber warga.
Sekitar lima menit kemudian, para penambang di lokasi berupaya melakukan pencarian dengan menggali material longsoran menggunakan alat berat jenis ekskavator. Korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi kritis.
Korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas Ampibabo sekitar pukul 22.27 WITA untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada pukul 22.30 WITA.
“Setelah ditangani di puskesmas, korban dinyatakan meninggal dunia. Sekitar pukul 22.50 WITA, jenazah langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka,” tambah sumber tersebut.
Warga juga mengungkapkan, lubang tambang yang mengalami longsor diketahui dikelola oleh seorang pendana tambang bernama Dona. Sebelumnya, pengawas lubang tambang telah melarang aktivitas pengambilan material dari dalam lubang karena dinilai berisiko tinggi.
Namun demikian, korban yang merupakan penambang lokal tetap melakukan aktivitas penambangan secara tradisional dengan menggunakan alat dulang.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan kerja di aktivitas pertambangan emas, khususnya yang dilakukan tanpa standar keamanan memadai. Warga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Parimo, Iptu Arbit, mengatakan saat ini pihaknya telah mengamankan areal pertambangan dan telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi saat berada di lokasi kejadian.
“Untuk sementara pihaknya terus mendalami kejadian ini, untuk jumlah korban belum diketahui karena anggota kami masih berada di lapangan,” pungkasnya.






