PARIGI, Sendernews.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Ketahanan Pangan/Dinas Tanaman Pangan terus memperkuat program ketahanan dan swasembada pangan berkelanjutan dengan menggandeng Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah (Kejati Sulteng).
Kepala Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sofiana, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen Pemda Parimo dalam mendukung program strategis nasional di bidang pangan sekaligus memastikan tata kelola pertanian berjalan secara berkelanjutan dan akuntabel.
“Ketahanan dan kedaulatan pangan merupakan prioritas pembangunan nasional. Pemda Parigi Moutong melalui Dinas Ketahanan Pangan berupaya mengoptimalkan potensi sektor pertanian dengan dukungan dan pendampingan Kejati Sulawesi Tengah,” ungkapnya saat kegiatan penanaman jagung di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, Kamis (12/2).
Ia menjelaskan, kerja sama Pemda Parimo dan Kejati Sulteng diwujudkan melalui program Desa Mandiri Pangan dan Jaksa Mandiri Pangan, yang bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, memperkuat kapasitas desa, serta memberikan pendampingan hukum bagi petani dan pemerintah desa.
Program ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, program nasional ketahanan pangan, Instruksi Presiden tentang percepatan swasembada pangan, serta kesepakatan kerja sama antara Kejati Sulawesi Tengah dan Pemerintah Kabupaten Parimo.
Sofiana menyebutkan, di Desa Lobu Mandiri Pemda Parimo mengelola lahan pertanian seluas kurang lebih 5 hektare untuk pengembangan komoditas jagung. Setelah melaksanakan panen raya pada pekan lalu, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman kembali sebagai bagian dari pola tanam berkelanjutan.
“Kami terus mendorong petani agar setelah panen tidak menunggu lama untuk kembali menanam. Pola ini penting untuk menjaga kesinambungan produksi dan pendapatan petani, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap rentenir dan tengkulak,” jelasnya.
Desa Lobu Mandiri ditetapkan sebagai desa penyangga pangan, khususnya produksi jagung, dan diharapkan menjadi percontohan bagi desa serta kelompok tani lain di Parigi Moutong.
“Sejalan dengan visi dan misi Bupati Parimo melalui program Gerbang Desa, kami memperkuat kelembagaan ekonomi desa. BUMDes dan koperasi desa Merah Putih disinergikan sebagai simpul distribusi pangan agar manfaat ekonomi dirasakan langsung oleh petani,” tambahnya.
Kegiatan penanaman jagung yang dirangkaikan dengan peninjauan lahan kelompok tani tersebut menjadi bukti nyata sinergi Pemda Parimo dan Kejati Sulteng dalam membangun sistem pangan daerah yang mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.






