Gubernur Sulteng Lepas Ekspor Perdana Durian Beku Parimo ke Tiongkok

FOTO:Ilustrasi

PARIGI, Sendernews.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dipastikan melepas ekspor perdana durian beku asal Parigi Moutong (Parimo) dengan tujuan Tiongkok yang diproduksi PT Silvia Amerta Jaya di Desa Tolai, Kecamatan Torue, pada 27 Februari mendatang.

Kabupaten Parimo kembali mencatatkan sejarah baru di sektor perdagangan dan hilirisasi pertanian.

banner 970x250

Kegiatan pelepasan ekspor ini diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Kabupaten Parimo bekerja sama dengan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Kabupaten Parimo , serta didukung penuh oleh PT Silvia Amerta Jaya sebagai perusahaan pengolah dan eksportir durian beku.

Ketua KADIN Kabupaten Parimo, Faradiba M. Zaenong, menyampaikan bahwa ekspor perdana ini merupakan tonggak penting dalam transformasi ekonomi daerah berbasis komoditas unggulan.

“Ekspor perdana ini bukan sekadar pelepasan kontainer, tetapi menjadi simbol kebangkitan hilirisasi pertanian Parimo. Petani kita naik kelas, produk kita berstandar ekspor, dan daerah kita mulai masuk dalam peta perdagangan internasional,” ujarnya.

Menurut dia, keberhasilan ekspor durian beku tersebut merupakan hasil kolaborasi erat antara KADIN, APDURIN, petani durian, dan pelaku industri. Seluruh tahapan telah dipersiapkan secara matang, mulai dari peningkatan kualitas di tingkat kebun, proses pembekuan berbasis cold storage, hingga pemenuhan dokumen dan standar ekspor internasional.

Kehadiran Gubernur Sulawesi Tengah dalam agenda tersebut menjadi bentuk dukungan langsung pemerintah provinsi dalam mendorong industrialisasi pertanian serta memperluas akses pasar global bagi produk unggulan daerah.

Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri sekitar 300 hingga 400 undangan, yang terdiri dari unsur Forkopimda, camat dan kepala desa, petani, pelaku usaha, serta mitra perdagangan.

Momentum ekspor perdana ini sekaligus menegaskan posisi Parigi Moutong sebagai salah satu sentra durian unggulan di Sulawesi Tengah yang siap menembus pasar Tiongkok dan membuka peluang ekspor ke negara lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *