PARIGI, Sendernews.id-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong (Parimo) temukan sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) pada dana Bantuan Operasional Sekolah tahun 2025.
“Kami masih menemukan sejumlah sekolah dana Bos mengalami Silpa, dan itu kita lakukan setelah adanya evaluasi,” ungkap Plt, Kadisdikbud Parimo, Sunarti, saat membuka kegiatan Pendampingan Teknis Peningkatan Kapasitas Satuan Pendidikan dan Sosialisasi Juknis BOS Rabu (04/03).
Ia mengingatkan, adanya silpa Bos Itu berpengaruh terhadap capaian opini wajar tanpa pengecualian (WTP), karena pengelolaan tidak dilakukan secara profesional dan tertib hasil pemeriksaan BPK.
Ia menjelaskan, Silpa dana bos tersebut menjadi salah satu catatan laporan administrasi, hal ini menjadi indikator bahwa satuan pendidikan belum maksimal dalam mengelola keuangan negara.
Kata dia, pengelolaan Dana BOS yang kurang optimal tidak hanya berdampak pada sekolah, tetapi juga berpengaruh terhadap penilaian kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam mempertahankan predikat WTP.
“Ini berkontribusi pada penilaian WTP, karena salah satu unsur yang dinilai adalah pengelolaan Dana BOS oleh satuan pendidikan,” jelasnya.
Apabila ke depan opini WTP daerah mengalami penurunan akibat lemahnya tata kelola Dana BOS, maka hal tersebut turut berdampak pada evaluasi kinerja Dinas Pendidikan.
Ia menambahkan, seluruh kepala sekolah dan pengelola BOS untuk lebih disiplin dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban (LPJ), memastikan realisasi anggaran tepat waktu, serta menghindari terjadinya Silpa.
“Saya berharap ke depan tidak ada lagi silpa, apalagi pada anggaran yang sudah direncanakan. Jika itu terjadi, bisa dianggap sekolah tidak membutuhkan bantuan,” pungkasnya.






