Reliqi  

Dunia Ibarat Bayangan, Akhirat Tujuan Kehidupan

FOTO:Ilustrasi

Dunia ini ibarat bayangan. Ia tampak dekat, namun tak pernah bisa benar-benar digenggam. Ketika manusia terlalu sibuk mengejarnya—dengan ambisi, harta, dan pujian—dunia justru semakin menjauh.

Allah telah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang menipu, bukan tujuan sejati seorang hamba.

banner 970x250

Allah SWT berfirman:
“Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS. Al-Hadid: 20)

Sebaliknya, ketika seseorang membelakangi dunia dan menghadapkan dirinya kepada Allah, dunia itu sendiri akan datang mengikuti.

Hati yang terpaut pada akhirat akan diberi kecukupan, ketenangan, dan keberkahan. Inilah janji Allah bagi mereka yang menata niat dan amalnya semata-mata untuk kehidupan setelah mati.

Allah SWT berfirman:
“Barang siapa menghendaki keuntungan akhirat, akan Kami tambah keuntungan itu baginya. Dan barang siapa menghendaki keuntungan dunia, Kami berikan kepadanya sebagian darinya, tetapi ia tidak memperoleh bagian di akhirat.”
(QS. Asy-Syura: 20)

Rasulullah ﷺ juga menegaskan hakikat ini dalam sabdanya:
“Barang siapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, niscaya Allah mengumpulkan urusannya, menjadikan kekayaan di hatinya, dan dunia akan datang kepadanya dalam keadaan hina. Dan barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, niscaya Allah mencerai-beraikan urusannya dan ia tidak mendapatkan dunia kecuali apa yang telah ditetapkan baginya.”
(HR. Tirmidzi)

Hadis ini menjadi pengingat bahwa dunia tidak layak dijadikan pusat kehidupan. Ia hanyalah sarana, bukan tujuan. Saat dunia diletakkan di tangan dan bukan di hati, manusia akan lebih mudah bersyukur dan bersabar.

Namun ketika dunia menguasai hati, kegelisahan akan selalu menyertainya, karena bayangan tak pernah bisa ditangkap.

Maka, jangan habiskan umur untuk mengejar sesuatu yang fana. Hadapkan wajah kepada Allah, perbaiki iman dan amal, dan luruskan tujuan hidup menuju akhirat.

Dengan itu, dunia akan mengikuti secukupnya—tanpa mengikat jiwa dan tanpa melalaikan dari tujuan yang kekal.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *