Reliqi  

Jangan Tinggalkan Shalat, Kesempatan yang Tak Akan Pernah Kembali

FOTO:Ilustrasi

Shalat merupakan kewajiban utama bagi setiap umat Islam yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. Di tengah kesibukan dan tuntutan hidup, masih banyak orang yang lalai dalam menunaikan ibadah yang satu ini.

Padahal, shalat adalah tiang agama yang menjadi penentu baik buruknya amal seseorang. Jika shalatnya baik, maka baik pula amal lainnya. Sebaliknya, jika shalatnya rusak, maka rusak pula amal yang lain.

banner 970x250

Allah SWT dengan tegas memerintahkan umat Islam untuk menjaga shalat sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an: “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 238).

Selain itu, Allah juga mengingatkan tentang konsekuensi bagi orang yang meninggalkan shalat.

Dalam firman-Nya disebutkan: “Maka datanglah setelah mereka, pengganti yang menyia-nyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan.” (QS. Maryam: 59).

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya shalat dalam sebuah hadits: “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barang siapa meninggalkannya, maka ia telah kafir.” (HR. Tirmidzi).

Dalam hadits lain disebutkan bahwa amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat adalah shalat. Rasulullah SAW bersabda: “Amalan pertama yang dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi).

Pesan ini menjadi pengingat kuat bagi setiap Muslim agar tidak pernah meninggalkan shalat. Sebab, di alam kubur nanti, tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki ibadah yang telah ditinggalkan.

Bahkan, banyak ulama menggambarkan bahwa penghuni kubur sangat berharap bisa kembali ke dunia, hanya untuk bersujud kepada Allah dan memperbaiki shalat mereka yang dahulu dilalaikan.

Kesempatan hidup yang kita miliki saat ini adalah nikmat yang tak ternilai. Waktu, kesehatan, dan kesempatan untuk beribadah merupakan karunia besar yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.

Karena itu, jangan sampai kita termasuk orang yang menyesal di kemudian hari. Jagalah shalat lima waktu dengan penuh keikhlasan, karena itulah bekal utama menuju kehidupan akhirat yang lebih baik.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *