PARIGI, Sendernews.id — Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Abdul Sahid, menyoroti maraknya aktivitas pertambangan emas ilegal yang hingga kini masih menjadi persoalan serius di wilayahnya.
Ia mengungkapkan, praktik tambang tanpa izin tersebut berlangsung secara terbuka dan belum menunjukkan tanda-tanda terkendali.
“Tambang ilegal ini terjadi di depan mata kita. Ini persoalan besar yang harus segera ditangani,” ujar Sahid saat menghadiri pertemuan bersama LBH Rumah Hukum Tadulako di ruang rapat bupati, Senin (30/3).
Menurutnya, penanganan persoalan ini tidak cukup hanya dengan kritik, melainkan harus diikuti langkah konkret dari semua pihak. Pemerintah, masyarakat, hingga media diharapkan dapat berperan aktif dalam mendorong solusi, khususnya percepatan proses perizinan tambang agar aktivitas masyarakat bisa berjalan secara sah.
Sahid menegaskan, penindakan terhadap tambang ilegal tetap harus dilakukan. Namun di sisi lain, pemerintah juga perlu membuka jalan bagi aktivitas yang memenuhi ketentuan hukum.
“Kalau memang ilegal, harus ditindak. Tapi kita juga harus hadir dengan solusi, bagaimana proses legalisasi ini bisa dipercepat,” tegasnya.
Ia menjelaskan, keberadaan izin resmi akan mempermudah pengawasan serta penindakan apabila terjadi pelanggaran di lapangan.
“Jika sudah memiliki izin dan masih melanggar, tentu akan langsung dihentikan. Tidak ada toleransi,” katanya.
Lebih lanjut, Sahid menilai kondisi saat ini kerap menempatkan pemerintah sebagai pihak yang disalahkan, sementara pelaku tambang ilegal tidak teridentifikasi dengan jelas.
“Kita sering disalahkan, padahal pelaku di lapangan tidak diketahui. Ini terjadi karena izin belum ada,” ungkapnya.
Untuk itu, ia meminta agar akar persoalan segera ditelusuri dan para pelaku ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
“Kita harus cari sumber masalahnya, redam, dan tindak pelakunya sesuai aturan,” pungkasnya.
Sahid berharap, dengan langkah tegas yang dibarengi solusi nyata, persoalan tambang ilegal di Parigi Moutong dapat segera ditangani secara menyeluruh.







