Anwar Hafid, Program Satu Rumah Satu Pengusaha Dimulai dari Parimo

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid

PARIMO, Sendernews.id-Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menegaskan dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terhadap program Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Parigi Moutong bertajuk Satu Rumah Satu Pengusaha. Program tersebut dinilai sebagai tujuan akhir pembangunan ekonomi daerah yang harus dijalankan secara konkret dan berkelanjutan.

“Satu rumah satu pengusaha adalah tujuan akhir pembangunan kita. Ini bukan mimpi, ini tekad, dan ini harus berjalan,” ungkapnya saat pelantikan pengurus Daerah Kadin Parimo, Sabtu (24/1).

banner 970x250

Menurut dia, Parimo dipilih sebagai daerah awal (pilot project) pelaksanaan program tersebut. Keberhasilan program ini, kata dia, sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah daerah, Kadin sebagai representasi dunia usaha, serta partisipasi aktif masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulteng, siap menjadi mitra strategis Kadin Parigi Moutong dalam mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru di daerah, khususnya di sektor UMKM.

Pada tahun 2026, Pemprov Sulawesi Tengah menargetkan lahirnya 10.000 wirausaha baru. Kadin didorong terlibat aktif karena pendekatan berbasis pelaku usaha dinilai lebih efektif dibandingkan program kewirausahaan yang bersifat seremonial.

“Kalau pemerintah bekerja sendiri, sering habis di acara-acara. Tetapi kalau pelaku usaha yang bergerak langsung, biasanya lebih efektif dan berhasil,” ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk tahap awal di Parigi Moutong ditargetkan 1.000 wirausaha baru. Apabila target tersebut tercapai, program Satu Rumah Satu Pengusaha akan diperluas ke seluruh kabupaten dan kota di Sulteng.

Ia menekankan tiga prasyarat utama agar program berjalan optimal. Pertama, ketersediaan data yang valid. Menurutnya, banyak program gagal karena data penerima manfaat tidak akurat.

“Kita tidak boleh lagi membuat program tanpa data yang jelas. Tanpa data valid, kebijakan pasti salah sasaran,” tegasnya.

Kedua, digitalisasi. Anwar Hafid menilai UMKM tidak bisa lagi dikelola secara manual. Pemerintah provinsi terus mendorong pembebasan wilayah desa dari blank spot jaringan agar pelaku usaha dapat masuk ke ekosistem digital.

Ketiga, profesionalisme. Ia menegaskan bantuan pemerintah harus diberikan kepada pelaku usaha yang memiliki komitmen dan kesiapan untuk berkembang.

“Ada yang diberi modal kecil bisa berputar, tetapi ada juga yang diberi modal besar langsung habis. Ini soal profesionalisme,” katanya.

Selain mendorong kewirausahaan, ia juga menyinggung visi besar lainnya, yakni Satu Rumah Satu Sarjana, sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.

Ia mengapresiasi peran dan semangat Kadin Parimo serta menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan daerah tersebut.

“Kadin jangan ragu dan jangan takut. Pemerintah provinsi ada bersama-sama. Saya memiliki perhatian dan komitmen besar untuk Parimo,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *