Bantu Melek Teknologi, Pemkab Parimo Dapat Bantuan Starlink ke Sekolah Terpencil

Kabid Management SD, Ibrahim

PARIGI, Sendernews.id – Dalam mendukung digitalisasi pendidikan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendapat bantuan layanan internet berbasis satelit Starlink ke sekolah-sekolah terpencil yang belum memiliki akses jaringan internet.

Kepala Bidang Manajemen Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Parimo, Ibrahim, mengatakan bantuan tersebut difokuskan pada sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dan terisolasi, khususnya yang belum terjangkau jaringan internet konvensional.

banner 970x250

“Selain bantuan listrik dari PLN, Alhamdulillah kami juga mendapatkan dukungan akses internet melalui Starlink,” ungkapnya Senin (8/2).

Ia menjelaskan, bantuan Starlink tersebut bersumber dari dua jalur, yakni bantuan langsung dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta bantuan yang dianggarkan secara khusus melalui Dikbud Kabupaten Parimo.

“Sekolah yang belum menerima Starlink dari kementerian, kami bantu melalui anggaran dinas. Program ini memang disasar untuk sekolah-sekolah yang tidak memiliki akses internet,” jelasnya.

Menurut dia, hingga saat ini masih banyak sekolah di Parimo yang belum terjangkau listrik maupun jaringan internet. Ia memperkirakan sekitar 40 sekolah masih masuk dalam kategori terisolir.

“Masih cukup banyak sekolah yang belum mendapatkan akses listrik dan internet. Kurang lebih ada 40 sekolah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau,” ungkapnya.

Ia mencontohkan beberapa sekolah di wilayah terpencil Kecamatan Sausu yang baru sebagian memperoleh akses listrik, sementara sekolah lainnya justru sudah menerima perangkat Starlink meski belum dialiri listrik.

“Seperti di Desa Salubanga, sekolahnya sudah mendapatkan listrik. Namun ada juga sekolah lain, seperti SD Menggalapi, yang sudah menerima Starlink tetapi belum dialiri listrik,” tuturnya.

Ia berharap program penyediaan listrik dan internet untuk sekolah-sekolah terpencil dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Untuk itu, pihaknya secara aktif mengirimkan data kebutuhan sekolah kepada pemerintah pusat.

“Harapannya program ini bisa berkelanjutan. Tugas kami di daerah adalah menyiapkan data agar sekolah-sekolah yang belum terjangkau bisa segera mendapatkan bantuan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *