PARIMO,SenderNews.id— Sejumlah petani di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengeluhkan penutupan akses bagi pembeli beras dari luar daerah yang selama ini menjadi pasar utama hasil panen mereka.
Akibat kebijakan tersebut, tumpukan beras kini menumpuk di beberapa tempat penggilingan setelah proses giling selesai.
“Ditambah lagi, saat ini di wilayah kecamatan Torue memasuki masa panen, gabah dan beras belum mendapatkan pasar untuk penjualan, kalau begini kemana kita akan mengadu,” keluhnya.
Salah satu petani asal Kecamatan Torue, Made Yasik, mengatakan biasanya para petani di Parimo menjual hasil beras mereka ke wilayah Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. Namun, sejak adanya pembatasan pembelian oleh pihak luar daerah, para petani kesulitan memasarkan hasil panen.
“Beras sudah digiling, tapi tidak ada pembeli dari luar. Kami bingung harus jual ke mana lagi,” ujar Made Yasik, minggu (19/10).
Hal senada diungkapkan petani lainnya, Nyoman Mantra, yang menilai kebijakan pembatasan tersebut merugikan petani. Menurutnya, pemerintah seharusnya memberikan solusi nyata agar beras petani bisa terserap pasar tanpa menekan harga jual di tingkat lokal.
“Kalau dijual ke Bulog, harganya terlalu rendah dan tidak sebanding dengan biaya produksi. Kami petani tentu rugi,” jelas Nyoman.
Para petani menilai harga pembelian yang ditetapkan Bulog jauh di bawah harga pasaran bebas. Sementara di sisi lain, pemerintah daerah disebut tetap menekan harga jual di dalam kabupaten tanpa menyediakan alternatif pemasaran.
Akibatnya, banyak petani menunda penjualan dan menimbun beras mereka di rumah atau di tempat gilingan sembari menunggu kebijakan yang lebih berpihak pada petani
Para petani berharap pemerintah daerah segera membuka kembali akses pembeli luar daerah atau mencarikan solusi lain agar beras Parimo tetap bisa dipasarkan secara luas.
Mereka juga meminta agar pemerintah meninjau ulang kebijakan harga dan pembelian oleh Bulog agar tidak merugikan petani kecil.
“Kami tidak minta banyak, hanya ingin hasil panen kami bisa dijual dengan harga yang layak,” pungkasnya.







