PARIMO, SenderNews.id– Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) dari Fraksi Golkar, Ni Wayan Leli Parani, meninjau langsung kondisi rumah warga di Desa Sausu Auma, Kecamatan Sausu, yang terdampak banjir lumpur akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Kamis (6/11) malam.
Kunjungan tersebut dilakukan ke empat rumah warga di Dusun IV yang mengalami kerusakan cukup parah akibat luapan air dan lumpur. Dari total 45 kepala keluarga di dusun itu, sebagian besar mengalami dampak ringan hingga sedang, sementara empat rumah mengalami kerusakan pada bagian dinding dan lantai.
Ni Wayan Leli Parani menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga. Ia menegaskan bahwa kehadirannya di lokasi bertujuan untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi, terutama terkait bantuan tanggap darurat.
Menurut Leli, banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi semalam, sehingga air dari perbukitan di sekitar desa meluap dan membawa material lumpur ke pemukiman warga. Kondisi tanah yang gembur memperparah aliran lumpur hingga masuk ke dalam rumah.
“Ini memang musibah alam, tapi kami tetap harus memastikan pemerintah daerah turun tangan cepat untuk membantu warga,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Jumat (7/11).
Ia menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong untuk segera menyalurkan bantuan logistik dan melakukan pembersihan area terdampak. BPBD diharapkan dapat menurunkan tim guna melakukan pendataan serta menilai tingkat kerusakan rumah warga.
Selain itu, Leli juga mendorong pemerintah desa untuk segera membuat laporan resmi mengenai dampak banjir agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran. Ia berjanji akan mengawal proses tersebut di tingkat kabupaten agar tidak ada warga yang terabaikan.
Dalam kesempatan itu, beberapa warga menyampaikan harapan agar pemerintah memperbaiki sistem drainase di sekitar pemukiman. Menurut mereka, saluran air yang tersumbat dan tidak berfungsi maksimal menjadi salah satu penyebab genangan lumpur tidak cepat surut.
Kunjungan Ni Wayan Leli Parani diakhiri dengan penyerahan bantuan awal berupa sembako dan perlengkapan kebersihan kepada warga terdampak.
“Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat sambil menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah,” pungkasnya.






