PARIMO, Sendernews.id-Kehadiran Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Abdul Sahid, dalam lokakarya penyusunan dokumen Rencana Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (RP3S) Tahun 2026 terkesan diremehkan oleh sejumlah pejabat perangkat daerah.
Lokakarya yang dijadwalkan pada pukul 08.30 wita belun tampak kehadiran kepala OPD dan Camat, sementara Wabup lebih awal hadir di Aula Bappelitbangda, Rabu (10/12).
“Saya minta kita ubah kebiasaan yang tidak sesuai ketentuan. Komitmen terhadap waktu adalah bentuk profesionalitas. Jadwal sudah ada, tapi bapak/ibu tidak komitmen,” ungkapnya di hadapan peserta.
Ia menegaskan bahwa kedisiplinan terhadap waktu sangat penting dalam pelaksanaan kegiatan resmi pemerintah agar agenda berjalan sesuai rencana.
Ia menyoroti panitia penyelenggara yang tidak berada di lokasi saat ia tiba. “Saat saya datang, panitia atau tuan rumah belum ada. Yang hadir justru tamu dari jauh, Tomini dan Taopa,” katanya.
Menurutnya, kesiapan panitia mencerminkan keseriusan penyelenggaraan kegiatan. Ia meminta OPD dan panitia untuk memastikan seluruh unsur hadir sebelum acara dimulai.
Ia menekankan, disiplin waktu tidak hanya diterapkan dalam kegiatan pemerintah daerah, tetapi juga harus menjadi budaya kerja di masing-masing unit agar pelayanan dan tugas berjalan efektif.
“Jika jadwal pukul 08.30 Wita, maka harus tepat waktu dan sudah berada di ruangan,” tegasnya.
Ia menambahkan, agenda kepala daerah cukup padat sehingga keterlambatan dapat mengganggu rangkaian kegiatan lainnya.







