PARIMO,Sendernews.id— Dewan Pimpinan Partai Golkar tingkat II Parigi Moutong (Parimo) mulai menyusun komposisi kepengurusan periode 2025–2030 setelah terbentuknya tim formatur hasil musyawarah internal partai.
Sekretaris Golkar, Mustakim Kono menyampaikan, sesuai ketentuan Partai Golkar, formatur terdiri dari lima orang, yakni ketua terpilih yang otomatis menjadi ketua formatur, ditambah empat anggota formatur yang merupakan perwakilan unsur kepengurusan dan kecamatan.
“Ketua itu otomatis hasil musyawarah, kemudian bekerja bersama empat orang anggota formatur. Semua keputusan diambil secara kolektif kolegial, bukan keputusan sepihak,” ungkapnya saat ditemui Rabu (23/12).
Ia menegaskan, dalam sistem kerja formatur, setiap usulan nama baik untuk sekretaris maupun posisi pengurus lainnya harus dibahas dan diputuskan bersama dalam rapat formatur. Ketua formatur tidak memiliki kewenangan mutlak dalam menentukan susunan pengurus.
“Kalau ada satu nama diusulkan oleh salah satu formatur, itu tidak otomatis ditetapkan. Kita bekerja dengan format musyawarah dan keputusan bersama,” jelasnya.
Menurutnya, penyusunan komposisi pengurus tingkat kabupaten menjadi prioritas utama sebelum dilakukan konsolidasi ke tingkat kecamatan. Setelah struktur kepengurusan rampung, pihaknya akan mengajukan permohonan surat keputusan (SK) pengesahan kepada DPD Partai Golkar Provinsi.
“Setelah SK dari provinsi keluar, baru dilakukan pelantikan, rapat kerja, dan selanjutnya konsolidasi pembentukan pengurus di tingkat kecamatan,” jelasnya.
Ia menargetkan, tim formatur mulai bekerja dalam waktu dekat dan berupaya merampungkan susunan kepengurusan secepatnya agar agenda konsolidasi partai dapat segera berjalan.
“Insyaallah Januari 2026, kalau tidak ada hambatan, penyusunan pengurus lima tahun ke depan segera kita mulai. Semua tergantung proses kerja tim formatur,” pungkasnya.







