PARIMO-SenderNews.id-Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pungutan liar (pungli) di lingkungan sekolah. Ia memastikan, kepala sekolah yang terbukti melakukan pungli akan langsung diberhentikan dari jabatannya.
Menurut Bupati, pungli dalam bentuk apa pun tidak dibenarkan, meskipun dilakukan berdasarkan kesepakatan dengan orang tua siswa. Hal itu dinilai merugikan masyarakat dan mencederai dunia pendidikan.
“Tidak ada toleransi. Baik itu kesepakatan dari orang tua wali, tetap tidak diperkenankan melakukan pungutan,” tegas Erwin Burase.
Pernyataan tersebut disampaikan usai menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional tingkat Kabupaten Parigi Moutong yang dipusatkan di Auditorium Kantor Bupati, Jumat (12/9).
Bupati menjelaskan, pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran pendidikan melalui berbagai program. Karena itu, sekolah tidak memiliki alasan untuk membebankan biaya tambahan kepada orang tua.
“Kalau ada kebutuhan sekolah, silakan ajukan melalui mekanisme resmi. Jangan sampai memberatkan orang tua murid dengan pungutan,” ujarnya.
Ia juga meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parigi Moutong meningkatkan pengawasan terhadap kepala sekolah dan jajaran di bawahnya. Pengawasan ketat diperlukan agar praktik pungli bisa dicegah sejak dini.
“Dinas harus proaktif. Kalau ada laporan dari masyarakat, segera ditindaklanjuti. Jangan menunggu sampai masalah menjadi besar,” kata Bupati.
Erwin menegaskan, dirinya tidak akan ragu mengambil tindakan tegas jika ada laporan yang terbukti. Pemberhentian kepala sekolah menurutnya merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan pendidikan yang bersih dan bebas pungli.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat, khususnya orang tua siswa, agar berani melapor jika menemukan praktik pungutan liar di sekolah. Pemerintah daerah menjamin setiap laporan akan diproses sebagaimana mestinya.
“Kalau ada pungutan, sampaikan langsung. Kami butuh informasi dari masyarakat sebagai bahan evaluasi,” jelasnya.
Melalui langkah tegas ini, Bupati berharap dunia pendidikan di Parigi Moutong dapat berjalan lebih baik, transparan, dan fokus pada peningkatan kualitas belajar siswa.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk anak-anak kita menuntut ilmu. Jangan sampai tercoreng oleh praktik yang merugikan masyarakat,” pungkasnya.




