Seragam Baru, Senyum Baru untuk Siswa Parimo

Bupati Parimo, Erwin Burase saat memasangkan seragam sekolah kepada siswa SD saat launcing seragam sekolah gratis 24 Agustus 2025.

Pagi itu, suasana di halaman sebuah sekolah dasar di Parigi Moutong tampak berbeda. Anak-anak berlarian sambil memamerkan seragam barunya. Senyum mereka merekah, seolah sepotong kain putih dan biru itu membawa semangat baru di tahun ajaran ini.

Program seragam gratis dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong akhirnya benar-benar tiba di tangan para siswa. Setelah sempat mengalami keterlambatan karena persoalan teknis, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) memastikan seluruh seragam tuntas didistribusikan sebelum 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati berakhir pada 20 September mendatang.

banner 970x250

Sunarti Masanang, Plt Kepala Disdikbud Parimo, tampak lega saat ditemui Kamis (11/9). Ia menjelaskan, sebagian besar seragam sudah disortir sesuai ukuran dan langsung dibagikan ke sekolah-sekolah. “Sebagian baju telah didistribusikan ke setiap sekolah untuk diberikan kepada para siswa,” katanya.

Meski begitu, perjalanan distribusi seragam ini bukan tanpa kendala. Ada keluhan soal detail jahitan yang tidak sesuai standar. Misalnya, lipit rokok pada baju siswa SD seharusnya dibuat penuh, tetapi sebagian hanya satu lipit, yang seharusnya khusus untuk siswa SMA. Seragam yang bermasalah itu kemudian dikembalikan ke penyedia agar diperbaiki.

“Untuk siswa SMP tidak ada masalah karena lipit dua sudah sesuai,” jelas Sunarti, menegaskan bahwa kualitas seragam tetap menjadi perhatian utama.

Di media sosial, sejumlah sekolah bahkan sudah memamerkan momen pembagian seragam baru. Anak-anak terlihat antusias, orang tua ikut lega, dan guru menyambut gembira. Bagi sebagian keluarga, seragam gratis ini bukan sekadar pakaian sekolah, melainkan juga bentuk keringanan beban ekonomi.

Sunarti menyebut, pihaknya mendokumentasikan proses pembagian seragam mulai dari peluncuran pada 24 Agustus lalu, hingga distribusi ke seluruh kecamatan. Dari total 15.440 seragam, sekitar 3.000 sudah dibagikan saat peluncuran, sisanya kini tengah tuntas disalurkan.

“Tim kami sudah berkeliling di setiap kecamatan untuk pendistribusian. Targetnya, sebelum 100 hari kerja berakhir semua sudah diterima,” pungkasnya.

Dan benar saja, seragam-seragam itu kini sudah menyelimuti tubuh-tubuh kecil penuh mimpi. Mereka mungkin belum sepenuhnya mengerti proses panjang di balik pengadaan, sortir, hingga distribusi, tapi mereka merasakannya lewat satu hal sederhana: kegembiraan memakai seragam baru.

Penulis: Anum KhumairahEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *