Hanguskan Lima Hektare Perkebunan, Polsek Parigi Empat Jam Berjibaku Padamkan Api

Anggota Polsek Parigi tengah memadamkan Api

PARIGI, Sendernews.id— Kebakaran lahan perkebunan kembali melanda wilayah Parigi Selatan. Sedikitnya lima hektare lahan perkebunan milik warga di Dusun I Desa Gangga, Kecamatan Parigi Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) , hangus terbakar pada Sabtu (7/2), sekitar pukul 19.00 WITA.

Pemadaman berlangsung selama hampir empat jam, dan berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 23.00 WITA.

banner 970x250

Peristiwa tersebut memicu respons cepat aparat kepolisian. Personel Polsek Parigi bersama masyarakat setempat turun langsung ke lokasi untuk mencegah api meluas hingga ke area permukiman warga.

Kebakaran terjadi di kawasan padang bambu yang dipenuhi material kering sehingga api cepat membesar, diperparah kondisi cuaca panas. Informasi awal kebakaran diterima oleh Bhabinkamtibmas Desa Lemusa, Aiptu Royke Marthen Luter R, dari warga yang melihat kobaran api mulai menyebar.

“Begitu menerima laporan, personel langsung bergerak ke lokasi. Api sudah membakar lahan perkebunan warga dan berpotensi meluas,” ungkap sumber kepolisian di lapangan.

Tak lama berselang, personel Pospol Parigi Selatan dan anggota jaga Polsek Parigi yang dipimpin langsung Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang tiba di tempat kejadian. Dengan keterbatasan sarana, petugas bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan tangki air gendong, ember, baskom, serta peralatan seadanya.

Akibat kebakaran tersebut, lahan perkebunan milik almarhum Mengkuru Pakou terbakar seluas kurang lebih tiga hektare, dengan kerugian sekitar 1.000 pohon kakao serta tanaman lombok siap panen, ditaksir mencapai Rp5 juta.

Sementara itu, lahan milik Lodi, warga Desa Olaya, turut terdampak seluas sekitar dua hektare, dengan kerusakan pada bibit kakao dan kerugian diperkirakan Rp2 juta. Total lahan terdampak mencapai lima hektare.

Meski kerugian materiil cukup signifikan, tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Selama proses pemadaman, situasi dilaporkan aman dan kondusif.

Kapolsek Parigi IPTU Noldy Williams Sualang menegaskan bahwa kebakaran lahan merupakan ancaman serius, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan musim kering.

“Kami turun langsung untuk memastikan api tidak meluas dan membahayakan pemukiman warga. Kebakaran ini diduga dipicu faktor alam dan kelalaian manusia, diperparah banyaknya material kering seperti bambu dan rumput,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara dibakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.
Selain itu, ia mengaku keterbatasan sarana pemadam kebakaran di wilayah pedesaan yang menjadi tantangan dalam penanganan karhutla.

“Ke depan, kami akan meningkatkan patroli, sosialisasi pencegahan karhutla, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah desa, TNI, dan BPBD agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Polsek Parigi memastikan akan terus melakukan pendataan, pengamanan lokasi, dan edukasi masyarakat, khususnya di wilayah rawan kebakaran di Kecamatan Parigi Selatan.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *