Gubernur Sulteng Sentil Pemda Parimo, Izin Investor Harus Dipermudah Bukan Dihalangi

Gubernur Sulteng, Anwar Hafid Resmikan pondok Durian Sulawesi

PARIGI, Sendernews.id– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, menyentil Pemerintah Daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) agar tidak mempersulit proses perizinan bagi investor, serta memastikan iklim investasi tetap kondusif di daerah tersebut.

Ia menekankan, pemerintah daerah Bupati dan DPRD hadir sebagai fasilitator yang mempermudah investasi, bukan justru menjadi penghambat masuknya pelaku usaha.

banner 970x250

“Kalau ada yang halang-halangi, lapor ke saya,” ungkapnya saat meresmikan packing house PT Pondok Durian Sulawesi di Desa Masari, Kecamatan Parigi Selatan, Jumat (27/3).

Kemudahan perizinan menjadi kunci dalam menarik investor di Parimo, terutama dalam pengembangan komoditas unggulan seperti durian yang dimintai pasar global.

Ia bahkan mengisahkan kebijakan yang pernah diterapkan saat mendorong investasi di Morowali, dengan memberikan ruang bagi investor untuk memulai usaha terlebih dahulu.

“Saya bilang ke pengusaha, datang saja dulu, tidak usah urus izin di awal. Setelah berjalan, baru diurus izinnya,” ungkapnya.

Ia mengingatkan, agar para investor tidak mengabaikan tanggung jawabnya, terutama terhadap petani dan tenaga kerja lokal. Apabila tidak membayar durian petani dan tidak membayar gaji tenaga kerja, pihaknya yang pertama akan menutup packing house.

Ia menilai, kehadiran packing house di Desa Masari menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan investor dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Menurutnya, meski pembangunan fasilitas tersebut idealnya menjadi tugas pemerintah, keterbatasan anggaran membuat peran swasta menjadi sangat penting.

“Kalau masyarakat sudah buat seperti ini, berarti tugas pemerintah sudah mereka kerjakan. Maka harus didukung sepenuhnya,” katanya.

Anwar juga mengingatkan pentingnya menjaga iklim investasi agar peluang serupa tidak berpindah ke daerah lain seperti Poso atau Kota Palu.

“Dalam satu packing house bisa menyerap hingga 200 tenaga kerja. Pemerintah saja belum tentu mampu menciptakan lapangan kerja sebanyak itu,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mendorong pemerintah daerah untuk aktif mengundang investor dalam pengembangan industri pengolahan durian guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Ia menyebut, potensi pasar durian Parimo sangat besar, terutama karena tingginya permintaan dari Tiongkok terhadap komoditas tersebut.

“Banyak informasi yang kita terima, mereka sangat menyukai durian Parimo. Ini peluang besar yang harus kita dorong,” katanya.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor durian, termasuk menjaga stabilitas harga dan kualitas dari hulu hingga hilir.

“Saya berharap harga durian tetap stabil, tidak hanya kuantitas, tapi juga kualitasnya dijaga,” pungkasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *