PARIMO, Sendernews.id — Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, menegaskan bahwa arah pembangunan daerah harus berpijak pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan sekadar keinginan elit pemerintahan.
Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan halal bihalal bersama masyarakat di Desa Palasa Tangki, Kecamatan Palasa, Sabtu (4/4).
Dalam sambutannya, Bupati menekankan pentingnya perencanaan pembangunan berbasis bawah (bottom-up), di mana aspirasi masyarakat menjadi dasar utama dalam menentukan program prioritas daerah.
“Program yang kita jalankan harus benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat, bukan sekadar keinginan pimpinan daerah. Karena itu, kita harus turun langsung melihat kondisi di lapangan,” tegasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut telah lama ia terapkan sejak menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi, dengan rutin menyerap aspirasi melalui dialog langsung dan kunjungan lapangan.
Momentum halal bihalal itu pun dimanfaatkan sebagai ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi. Ia mengajak warga untuk aktif berdiskusi, baik dalam forum resmi maupun secara santai.
Ia memaparkan visi pembangunan “Parigi Moutong Maju, Mandiri, dan Berkelanjutan” yang diwujudkan melalui program Gerbang Desa. Program ini menitikberatkan pada penguatan potensi desa, khususnya pemanfaatan lahan produktif.
Salah satu sektor unggulan yang kini menjadi perhatian serius adalah komoditas durian. Bupati menyebut, durian Parimo memiliki kualitas unggul dan mulai menembus pasar ekspor.
“Durian Parigi Moutong memiliki kualitas terbaik di Indonesia dan sudah mulai menembus pasar ekspor langsung. Ini peluang besar yang harus kita manfaatkan bersama,” ujarnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga mendorong percepatan pembangunan koperasi desa sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, seperti keterbatasan lahan dan aset desa.
Di sektor sosial, Bupati menegaskan komitmennya terhadap empat pilar utama pembangunan, yakni pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan.
Pada bidang pendidikan, pemerintah daerah telah merealisasikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP, serta berupaya memperluas bantuan ke lembaga pendidikan keagamaan.
Sementara di sektor kesehatan, pemerintah memastikan masyarakat tidak lagi terbebani biaya layanan, termasuk biaya transportasi pasien hingga pemulangan jenazah yang kini ditanggung pemerintah daerah.
Di bidang ekonomi, penataan penyaluran bantuan terus diperkuat, termasuk subsidi LPG 3 kilogram agar tepat sasaran bagi masyarakat yang berhak menerima.
Sedangkan pada sektor pemerintahan, peningkatan pelayanan administrasi kependudukan menjadi prioritas, termasuk kemudahan pencetakan dokumen seperti KTP bagi masyarakat di wilayah utara Parimo.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam membangun daerah.
“Mari kita satukan langkah dan komitmen untuk membangun Parigi Moutong agar lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.







