PARIMO, Sendernews.id— Program unggulan “membangun dari desa” yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase dan H. Abdul Sahid, mulai mendapat sorotan tajam dari DPRD. Sejumlah anggota dewan menilai implementasinya belum menunjukkan hasil nyata di tengah masyarakat.
Kritik tersebut mencuat dalam rapat Paripurna LKPJ yang dipimpin Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfred Mas Boy Tonggiroh, serta dihadiri Wakil Bupati Abdul Sahid bersama jajaran pemerintah daerah, Selasa (7/4).
Anggota DPRD dari Fraksi PKB, Arman Lawaha, secara terbuka mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan visi dan misi yang telah dijanjikan kepada masyarakat.
“Program membangun dari desa ini belum memperlihatkan bentuk yang sesungguhnya. Contohnya pembagian gas gratis bagi masyarakat ekonomi lemah yang sampai hari ini belum terlihat realisasinya,” tegas Arman di forum paripurna.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pertanyaan mendasar bagi DPRD sebagai representasi rakyat yang memiliki fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Sorotan serupa disampaikan anggota DPRD dari PPP, Abdin. Ia menyinggung janji Wakil Bupati terkait penerangan jalan di wilayah Parigi Moutong yang dinilai belum terealisasi secara menyeluruh.
“Memang ada yang sudah menyala, tetapi faktanya masih banyak titik gelap. Ini berdampak langsung pada masyarakat, bahkan memicu kecelakaan di beberapa wilayah,” ungkapnya.
Abdin menegaskan, pemerintah daerah harus lebih serius menjalankan amanah rakyat agar program pembangunan benar-benar dirasakan hingga ke tingkat desa.
Tak hanya itu, ia juga menyoroti minimnya perhatian terhadap para pejuang pemekaran Kabupaten Parigi Moutong, terutama menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 pada 2026.
“Selama ini belum pernah ada undangan khusus bagi para pejuang pemekaran, padahal mereka memiliki jasa besar bagi daerah ini,” tegasnya.
Rangkaian kritik tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya tekanan DPRD terhadap pemerintah daerah, agar janji politik tidak sekadar menjadi slogan, melainkan benar-benar diwujudkan dalam program yang dirasakan langsung oleh masyarakat.







