PARIMO, Sendernews.id — Tragedi pohon tumbang yang merenggut nyawa seorang balita di Jalan Rekreasi, Kelurahan Kampal, Kecamatan Parigi, memicu desakan keras dari DPRD Kabupaten Parigi Moutong agar pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata.
Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto, meminta Bupati Parigi Moutong segera menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan penertiban dan penebangan pohon pelindung yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Harus ada aksi nyata. Kami mendesak bupati segera memerintahkan dinas terkait untuk menyisir dan menebang pohon yang membahayakan pengguna jalan,” ungkap
Sayutin kepada wartawan, Minggu (12/4).
Menurutnya, kondisi pohon pelindung yang tidak terawat telah berulang kali memicu insiden, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.
Ia menilai, keberadaan pohon yang sudah tua dan rapuh kini menjadi ancaman serius bagi warga, khususnya pengguna jalan. Selain itu, akar pohon yang tidak terkendali juga merusak berbagai infrastruktur kota.
“Bukan hanya membahayakan pengguna jalan, tetapi juga merusak fasilitas seperti drainase, trotoar, hingga badan jalan,” tambahnya.
Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu (11/4) siang, saat sebuah pohon pelindung yang diduga sudah lapuk tiba-tiba tumbang dan menimpa pengendara sepeda motor yang melintas.
Dalam kejadian tersebut, Ehzan (4), seorang balita laki-laki, meninggal dunia di lokasi kejadian.
Sementara dua korban lainnya, Julita (41) dan Safa (16), warga Desa Boyantongo, mengalami luka-luka dan saat ini masih menjalani perawatan medis.
Selain menimbulkan korban jiwa, pohon tumbang tersebut juga dilaporkan menimpa salah satu rumah warga di sekitar lokasi kejadian.







