Reliqi  

Jangan Bersedih karena Harta, Bersedihlah Jika Amal Berkurang

FOTO:Ilustrasi

Dalam kehidupan, manusia kerap merasa gelisah ketika harta berkurang. Padahal, kehilangan materi bukanlah musibah terbesar.

Yang patut lebih disesalkan adalah ketika umur terus berkurang, namun amal kebaikan tidak juga bertambah.

banner 970x250

Allah SWT telah mengingatkan dalam Al-Qur’an bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara dan bersifat ujian:

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan…”(QS. Al-Hadid: 20)

Ayat ini menegaskan bahwa harta bukanlah tujuan akhir, melainkan sekadar sarana yang akan ditinggalkan. Sebaliknya, amal kebaikanlah yang akan menjadi bekal abadi.

Bahkan dalam firman-Nya yang lain, Allah mengingatkan bahwa setiap manusia akan merugi jika tidak mengisi waktunya dengan iman dan amal saleh:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan…”(QS. Al-‘Asr: 1–3)

Dari sini kita memahami, waktu adalah aset paling berharga. Setiap detik yang berlalu tidak akan kembali, dan di situlah seharusnya kita berlomba memperbanyak amal.

Maka, janganlah bersedih jika harta berkurang, karena itu bisa dicari kembali. Namun bersedihlah jika umur berkurang sementara amal tidak bertambah. Sebab, itulah kerugian yang sesungguhnya.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, memperbanyak amal saleh, dan tidak terpedaya oleh gemerlap dunia yang sementara.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *