PARIMO, Sendernews.id – Seorang penambang emas tradisional dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun longsoran tanah di lokasi tambang Tagena, Moutong Timur, Desa Salepae, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo),Sulteng, Sabtu (18/4).
Korban diketahui bernama Isran alias Isi (50), warga Desa Lobu, Kecamatan Moutong. Ia tertimbun material tanah saat melakukan aktivitas penambangan bersama rekannya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bersama sejumlah penambang lainnya telah melakukan penggalian sejak pagi hari. Mereka mengambil material tanah untuk kemudian diolah secara manual.
Lokasi aktivitas tersebut berada tidak jauh dari area PT Kemilau Nusantara Katulistiwa (KNK), yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik aktivitas tambang di wilayah tersebut.
Kapolsek Moutong AKP Felix Saudale membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, insiden terjadi pada malam hingga dini hari, sekitar pukul 01.00 hingga 02.00 Wita.
“Korban tertimpa longsoran tanah saat sedang bekerja bersama temannya. Mereka mengambil material tanah, kemudian dimasukkan ke dalam karung untuk diolah secara manual,” ujar Felix, Minggu (19/4).
Menurutnya, lokasi kejadian berada di kawasan Tagena, Desa Salepae, yang memang telah lama dikenal sebagai area penambangan manual oleh masyarakat.
Akses menuju lokasi tersebut dapat ditempuh melalui jalur menuju Mess KKN Tagena, yang kerap digunakan oleh para penambang tradisional.
Dari hasil pengecekan di lokasi, pihak kepolisian tidak menemukan penggunaan alat berat. Seluruh aktivitas penambangan dilakukan secara tradisional, mulai dari menggali tanah, mengangkut material ke sungai, hingga proses pendulangan menggunakan air.
Dalam peristiwa tersebut, satu orang meninggal dunia, sementara satu rekan korban berhasil selamat.
Polisi telah meminta keterangan dari saksi yang selamat guna mengetahui kronologi pasti kejadian.
Pihak kepolisian juga menyebut aktivitas penambangan manual di kawasan tersebut telah berlangsung lama. Hingga kini, aparat masih melakukan pendalaman serta mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas penambangan guna menghindari kejadian serupa.







