Polemik Dana Puskesmas, Selpina Buka Suara dan Tantang Kapus Ungkap Fakta

Anggota DPRD Parimo, Selpina

PARIMO, Sendernews.id – Polemik pinjaman dana operasional pelayanan kesehatan di Puskesmas Moutong yang dikaitkan dengan pihak tambang ilegal akhirnya mendapat tanggapan dari anggota DPRD Parigi Moutong (Parimo), Selpina.

Ia buka suara sekaligus menantang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Puskesmas Moutong, Nurlian, untuk mengungkap fakta sebenarnya secara terbuka.

banner 970x250

Dalam keterangannya, Selpina menegaskan tidak memiliki keterlibatan dalam persoalan tersebut. Ia meminta agar pihak yang menyampaikan pernyataan tidak menggiring opini publik dengan informasi yang tidak utuh.

“Kalau memang ada pihak yang dimaksud sebagai bos tambang, silakan dibuka secara terang ke publik. Jangan sampai pernyataan yang tidak lengkap justru menimbulkan persepsi keliru,” ujar Selpina, melalui keterangan tertulisnya Jumat (17/4).

Politisi Partai Hanura itu menjelaskan, penyebutan namanya bermula dari pernyataan spontan Nurlian dalam rapat Komisi IV DPRD Parimo. Namun menurutnya, pernyataan tersebut tidak disampaikan secara utuh sehingga memicu multitafsir.

Ia mengaku sempat terkejut saat namanya disebut dalam forum resmi tersebut, namun memilih tidak langsung merespons demi menjaga fokus pembahasan rapat.

“Saya kaget, tapi saya tidak ingin memperlebar pembahasan dalam forum saat itu,” katanya.

Selpina juga membantah pernah berkomunikasi dengan Plt Kapus Moutong terkait persoalan pinjaman dana operasional tersebut.

Terkait informasi yang mengaitkan orang terdekatnya dengan aktivitas tambang, ia mengakui sebagian keluarganya memang telah lama bekerja di sektor tersebut. Namun, ia menegaskan hal itu tidak ada kaitannya dengan jabatannya sebagai anggota DPRD.

“Itu sudah berlangsung jauh sebelum saya menjadi anggota DPRD, dan bukan berarti saya melegitimasi,” tegasnya.

Ia juga meluruskan dugaan yang mengarah pada suaminya. Menurutnya, pihak yang dimaksud sudah lama tidak lagi beraktivitas di sektor pertambangan.

Lebih jauh, Selpina menyebut pemberitaan yang berkembang telah berdampak pada kondisi psikologisnya dan berpotensi merugikan secara politik.

Karena itu, ia meminta agar pihak yang menyampaikan pernyataan dapat memberikan penjelasan secara utuh agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya hanya ingin informasi ini diluruskan secara jelas dan tidak menimbulkan spekulasi liar,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, nama Selpina mencuat dalam dugaan kasus peminjaman dana operasional pelayanan kesehatan oleh Plt Kepala Puskesmas Moutong, Nurlian, kepada pengusaha tambang emas ilegal.

Dugaan tersebut bermula dari pernyataan Nurlian dalam rapat Komisi IV DPRD Parimo, Senin (7/4), saat memaparkan kondisi keterbatasan pembiayaan rujukan pasien di fasilitas kesehatan yang dipimpinnya.

Dalam forum itu, Nurlian mengaku pihaknya terpaksa meminjam dana kepada pengusaha tambang ilegal demi memastikan layanan rujukan pasien tetap berjalan.

Ia juga sempat menyampaikan ucapan terima kasih kepada Selpina yang disebut pernah membantu.

“Terus terang pak, kami di Puskesmas Kecamatan Moutong sudah pinjam, terutama kepada yang punya tambang. Ada Ibu Pina di sini ya. Terima kasih Ibu Pina sudah pernah membantu kami dan kami sudah bayarkan,” ujar Nurlian dalam rapat tersebut.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *