PARIMO, Sendernews.id – Sejumlah persoalan krusial mengemuka dalam agenda Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 yang dilaksanakan Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong dari Dapil IV, Candra Setiawan, S.Pd., M.Pd., di Kantor Desa Palapi, Kecamatan Taopa, Kamis (23/04).
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Candra Setiawan menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kebutuhan masyarakat dalam penganggaran daerah.
“Seluruh usulan, mulai dari penanganan abrasi di jalur wisata hingga penguatan peran pemuda dan bantuan alat pertanian, telah kami catat sebagai agenda prioritas. Saya akan terus turun langsung ke desa-desa hingga akhir jadwal reses ini untuk memastikan seluruh suara warga terakomodasi,” tegasnya.
Mulai dari infrastruktur jalan yang terancam putus akibat abrasi, kebutuhan alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pemberdayaan pemuda menjadi tuntutan utama masyarakat yang disampaikan langsung dalam pertemuan tersebut.
Warga Desa Palapi secara khusus mendesak penanganan darurat akses jalan menuju Dusun Moian yang merupakan kawasan wisata andalan desa. Jalan tersebut dilaporkan hampir putus akibat abrasi pantai yang semakin mengkhawatirkan.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan penimbunan jalan penghubung antara Desa Palapi dan Desa Nunurantai guna memperlancar mobilitas antar-desa. Permintaan renovasi total fasilitas toilet di Masjid Desa Palapi turut disampaikan demi meningkatkan kenyamanan jamaah.
Di sektor pertanian, para petani berharap adanya dukungan alsintan modern, serta bantuan pupuk dan obat-obatan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Sementara itu, kalangan pemuda mendorong adanya peran yang lebih besar dalam pembangunan daerah agar dapat menjadi penggerak ekonomi dan sosial di wilayahnya.
Kegiatan reses ini dihadiri oleh Sekretaris Desa Palapi, Imam Desa, jajaran kepala dusun, tokoh pemuda, kelompok ibu-ibu pengajian, serta perwakilan warga dari Desa Taopa Barat dan Desa Bilalea.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat dan pemerintah setempat juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Candra Setiawan. Meski baru menjabat sekitar 1,5 tahun,
Ia dinilai produktif dalam merealisasikan program melalui pokok pikiran (pokir) yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti fasilitas rumah ibadah, jalan kantong produksi, hingga sarana sanitasi.







