Palu, Sendernews.id— Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Arus Abdul Karim menerima kunjungan Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong, guna membahas penguatan komoditas durian Sulawesi Tengah yang kini telah berhasil menembus pasar ekspor Tiongkok secara nyata dan berkelanjutan. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Ketua DPRD Sulteng, Selasa (28/4).
Arus Abdul Karim menegaskan capaian ekspor durian harus dijaga melalui sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi momentum besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Ini bukan lagi rencana, ini sudah berjalan. Kita harus berpikir jangka panjang, menanam hari ini untuk panen masa depan. Kami siap mendukung penuh, termasuk dalam hal penganggaran untuk pengembangan komoditas durian agar manfaatnya dirasakan luas oleh masyarakat Sulawesi Tengah,” tegas Arus Abdul Karim.
Politisi Partai Golkar itu menambahkan, pengembangan durian harus dilakukan secara sistematis dari hulu hingga hilir, mulai dari dukungan kepada petani, penyediaan bibit unggul, hingga pembangunan infrastruktur penunjang ekspor. Ia menilai durian kini menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Sulawesi Tengah yang harus terus dijaga keberlanjutannya.
Sementara itu, Faradiba Zaenong menyampaikan bahwa Sulawesi Tengah saat ini telah memasuki tahap realisasi ekspor dengan permintaan pasar Tiongkok yang terus meningkat. Karena itu, dibutuhkan penguatan sistem produksi dan distribusi secara menyeluruh.
“Kami memastikan pengembangan durian tidak berjalan parsial. Mulai dari pemilihan bibit unggul, teknik penanaman, pemeliharaan, hingga standar panen dan pascapanen, semuanya kami dorong agar sesuai kebutuhan pasar ekspor. Ini bukan lagi wacana, Sulawesi Tengah sudah membuktikan mampu memenuhi pasar Tiongkok,” ujarnya
Ia juga menegaskan Kadin Parigi Moutong akan terus mengawal ekosistem durian dari hulu hingga hilir agar kualitas dan kontinuitas produksi tetap terjaga.
Ia menambahkan, pengembangan komoditas durian tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam menjaga ekosistem durian secara menyeluruh, mulai dari tingkat petani hingga memastikan keamanan serta kenyamanan investasi di sektor itu.
Ketua DPRD Sulawesi Tengah turut menyatakan komitmennya untuk terlibat langsung dalam pengembangan durian dengan mulai berkebun, serta mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong dan pekarangan rumah untuk ditanami durian sebagai investasi jangka panjang.
Dengan sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, DPRD, Kadin, dan masyarakat, Sulawesi Tengah kini semakin memperkuat posisinya sebagai lumbung durian ekspor yang berdaya saing di pasar global.







