PARIMO, Sendernews.id – Batik Saga terus didorong menjadi identitas budaya Kabupaten Parigi Moutong sekaligus memiliki perlindungan hukum melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Upaya tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Parigi Moutong, Hestiwati Nanga, saat menghadiri Fashion Show Batik Saga yang digelar Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) di Auditorium Kantor Bupati Parimo, Sabtu (15/8).
Hestiwati mengatakan, pengurusan HAKI untuk motif Batik Saga telah dilakukan melalui Kementerian Hukum dan HAM. Sertifikat HAKI tersebut dijadwalkan diserahkan pada 17 Agustus 2026.
“Untuk HAKI-nya kita sudah mengurus juga ke Kementerian Hukum dan HAM. Alhamdulillah, pada 17 Agustus besok Kementerian Hukum dan HAM akan menyerahkan HAKI kepada kita, Dekranasda,” ujar Hestiwati.
Menurutnya, perlindungan HAKI penting untuk menjaga Batik Saga sebagai kekayaan budaya daerah sekaligus membuka ruang pengembangan dan promosi yang lebih luas.
Ia mengapresiasi pelaksanaan Fashion Show Batik Saga yang dinilai menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan motif khas Parigi Moutong kepada masyarakat.
“Terima kasih sebelumnya saya ucapkan kepada penyelenggara yang telah membuat ide fashion show. Ini juga menjadi salah satu bentuk promosi motif batik kita,” katanya.
Fashion Show Batik Saga digelar dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diikuti 44 peserta dari perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), DPRD, KPU dan Dekranasda Parigi Moutong.
Para peserta menampilkan berbagai kreasi busana dengan menggunakan motif Batik Saga. Ajang tersebut tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga menjadi ruang promosi agar batik khas daerah semakin dikenal dan dikembangkan dalam industri kreatif.
Dalam kategori pejabat berpasangan, Juara 1 diraih Bapenda, disusul Inspektorat, Prokopim, Dinas Kesehatan, DLH dan Bappeda.
Kategori pejabat tunggal, penghargaan Favorit 1 diraih Disporapar, Favorit 2 Dinas Ketahanan Pangan, Favorit 3 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Favorit 4 DLH, Favorit 5 Dinas Koperasi dan Favorit 6 DPRD.
Sementara kategori staf, Juara 1 diraih Dikbud, Juara 2 Disporapar, Juara 3 BPKAD, Juara 4 BPBD, Juara 5 Dispusaka dan Juara 6 Renkeu.
Hestiwati menegaskan, pengembangan Batik Saga tidak berhenti pada kegiatan fashion show. Promosi dan penguatan perlindungan hukum perlu berjalan beriringan agar motif tersebut dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus potensi ekonomi kreatif Parigi Moutong.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan dari Dekranasda Kabupaten Parimo.






