PARIMO, Sendernews.id – Polres Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, mendorong pengembangan bawang putih untuk mendukung swasembada pangan dengan target lahan 40 hektare.
Langkah ini diawali penanaman bawang putih di lahan 99 are di Desa Palasa, Kecamatan Palasa, Rabu (19/8).
Penanaman melibatkan Polres Parimo, Pemerintah Kabupaten Parimo, kelompok tani dan stakeholder terkait. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan penanaman bawang serentak di 17 provinsi.
Kapolres Parimo AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., mengatakan Polri mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Yang terpenting bukan hanya bagaimana kita menanam hari ini, tetapi bagaimana tanaman ini kita kawal sampai tumbuh, dipelihara, berhasil dipanen dan hasilnya memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya Rabu (19/8)
Menurutnya, pengembangan bawang putih berpotensi meningkatkan produksi pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani.
“Target 40 hektare untuk wilayah Parigi Moutong harus kita dorong bersama. Polri siap mendukung dari sisi keamanan, koordinasi dan pendampingan agar program ini berjalan optimal serta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” katanya.
Bibit yang digunakan merupakan Garlic Superior Seeds dari bantuan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Parimo serta sebagian didatangkan dari Pulau Jawa.
Ia juga menyalurkan bantuan kepada kelompok tani berupa 20 alat semprot, bibit bawang putih, dua kultivator, satu generator dan dua dus herbisida.
Bantuan tersebut diharapkan menunjang produktivitas petani dan pengelolaan lahan.
Ia mengatakan pendampingan akan dilakukan bersama pemerintah daerah, dinas terkait, penyuluh dan kelompok tani hingga tanaman dipanen.
“Polri tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata. Melalui program penanaman bawang putih ini, kami ingin ikut mendorong produktivitas petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.
Selain penanaman, kegiatan dirangkaikan dengan penyaluran 50 paket sembako dan pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat.
Ia berharap target 40 hektare dapat direalisasikan dan berdampak pada peningkatan produksi serta kesejahteraan petani.
“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah, Polri, TNI, dinas terkait, kelompok tani dan masyarakat harus bergerak bersama,” pungkasnya.






