Daerah  

PT SPS dan Kadin Bergerak Bantu Korban Banjir Avolua

PSP dan Kadin Parimo Bantu korban banjir Avolua

PARIMO, Send— PT Sentra Pangan Sejahtera (SPS) bersama Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Parigi Moutong (Parimo) bergerak membantu warga terdampak banjir bandang di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, dengan menyalurkan bantuan logistik.

Bantuan berupa beras, mi instan, minuman, susu, dan biskuit untuk anak-anak disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.

banner 970x250

Manajemen PT SPS, Yau Sen, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

“Selain bantuan logistik secara umum, perusahaan juga memberikan perhatian khusus bagi kebutuhan pribadi karyawan yang terdampak, termasuk penyaluran bantuan pakaian layak pakai,” ungkapnya Kamis (27/8)

Sejumlah karyawan PT SPS juga menjadi korban dalam bencana banjir tersebut. Karena itu, perusahaan turut memberikan bantuan khusus kepada karyawan yang terdampak.

Ia menegaskan, perusahaan tidak hanya berperan dalam investasi dan membuka lapangan kerja, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir saat masyarakat menghadapi musibah.

Ketua Kadin Parimo, Faradiba Zaenong, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan gotong royong dunia usaha bersama masyarakat.

“Meskipun bantuan yang diberikan belum dapat menuntaskan seluruh permasalahan yang ada, diharapkan logistik tersebut dapat meringankan beban hidup para korban,” ujarnya.

PT SPS dan Kadin Parimo akan memantau kondisi warga di lapangan untuk melihat kebutuhan selanjutnya, termasuk kemungkinan penyaluran bantuan tahap berikutnya.

Sebelumnya, Pemkab Parigi Moutong menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari setelah banjir bandang menerjang Desa Avolua.

Plt Kepala BPBD Parimo, Moh Rivai, mengatakan masa tanggap darurat berlangsung mulai 26 Agustus hingga 8 September 2026.

Penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar korban, pembersihan lumpur di permukiman warga dan normalisasi sungai.

“Penanganan tanggap darurat tentunya melibatkan lintas sektor melalui kerja-kerja kolaborasi. Saat ini kurang lebih 200 personel TNI/Polri bergabung dengan tim di lapangan,” katanya.

Proses pemulihan masih berlangsung karena banjir meninggalkan lumpur, gelondongan kayu dan material lainnya di sejumlah titik permukiman warga.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *