Daerah  

2.771 KPM Dicoret, 69.832 Keluarga Terima Beras Bantuan

Kepala Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana saat melaporkan data KPM

PARIMO, Sendernews.id – Sebanyak 2.771 keluarga penerima manfaat (KPM) tidak lagi masuk dalam daftar penerima bantuan pangan setelah Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, melakukan pemutakhiran data penerima.

Hasil pemutakhiran tersebut membuat jumlah penerima bantuan beras periode Juli, Agustus, dan September 2026 turun dari sebelumnya 72.603 KPM menjadi 69.832 KPM.

banner 970x250

Kepala Badan Ketahanan Pangan Parimo, Sofiana, mengatakan total bantuan beras yang disiapkan untuk 69.832 KPM mencapai 2.094.960 kilogram atau sekitar 2.094 ton.

“Penyaluran dijadwalkan berlangsung mulai 24 Agustus hingga 30 September 2026. Setiap keluarga akan menerima total 30 kilogram beras, atau 10 kilogram per bulan selama tiga bulan,” kata Sofiana kepada wartawan, Sabtu (29/8).

Bantuan tersebut disalurkan ke 23 kecamatan, 278 desa dan lima kelurahan di Kabupaten Parigi Moutong. Data penerima mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Penyaluran secara simbolis untuk wilayah terpencil ditandai di Kecamatan Tinombo.

Ia mengatakan pemerintah melibatkan aparat kecamatan dan desa bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk mengawal proses distribusi.

Pengawasan dilakukan guna memastikan bantuan diterima keluarga yang tercatat sebagai penerima serta mencegah terjadinya penyimpangan dalam penyaluran.

Bupati Parimo, Erwin Burase, mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus meredam gejolak inflasi.

“Bantuan pangan ini diharapkan dapat meredam gejolak inflasi pangan dan mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah di tengah momentum naiknya harga beras di tingkat pasar. Ini adalah tindak lanjut arahan Bapak Presiden dalam upaya pengendalian inflasi,” ujarnya

Pemkab Parimo menginstruksikan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial untuk mengawal penyaluran bantuan agar tertib administrasi dan tepat sasaran.

Pemerintah kecamatan dan desa juga diminta memastikan validitas data penerima sesuai domisili. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah bantuan salah sasaran sekaligus menghindari potensi kerugian negara.

Dengan jumlah penerima mencapai 69.832 keluarga, program bantuan pangan periode Juli-September 2026 menjadi salah satu penyaluran bantuan beras terbesar di Parimo.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *