Daerah  

KPU Parimo Bentuk Pemilih Pemula Kritis, 28 Sekolah Jadi Sasaran

KPU Parimo gelar sosialisasi bagi pemilih pemula di 28 Sekolah

PARIMO, Sendernews.id— Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyasar 28 sekolah untuk membentuk pemilih pemula yang kritis, cerdas menyaring informasi, serta tidak mudah terpengaruh politik uang menjelang Pemilu 2030.

Ketua KPU Parimo, Ariyana mengatakan pendidikan kepemiluan perlu diberikan sejak dini agar generasi muda memahami hak, peran, dan tanggung jawabnya sebagai pemilih.

banner 970x250

“Pemilih pemula penting diberi pemahaman sejak dini tentang kepemiluan, karena mereka akan berpartisipasi dalam pesta demokrasi 2030,”ungkapnya Rabu (17/9)

Ia menjelaskan, edukasi kepemiluan tidak harus menunggu tahapan pemilu dimulai. Penyelenggara memiliki tanggung jawab membangun kesadaran demokrasi masyarakat secara berkelanjutan.

Kata dia, pelajar diperkenalkan dengan fungsi dan peran KPU, proses pemilihan umum, serta mekanisme demokrasi yang menjadi dasar dalam menentukan pilihan politik.

“Kami mengenalkan mereka fungsi, peran, dan proses pemilihan umum dalam sistem demokrasi, termasuk mengenalkan kerja-kerja KPU sebagai penyelenggara pemilu,” ujarnya.

KPU juga mendorong pemilih pemula agar mampu menilai calon pemimpin berdasarkan visi, misi dan program kerja, bukan karena pengaruh informasi yang tidak benar maupun iming-iming politik uang.

Pendidikan pemilih tersebut dilaksanakan selama tiga hari, 16-18 September 2026, dengan melibatkan enam tim KPU yang diterjunkan untuk memberikan sosialisasi ke sekolah-sekolah sasaran.

Ariyana mengatakan generasi muda juga perlu memiliki kemampuan memilah informasi di tengah derasnya arus informasi digital. Mereka diharapkan mampu mengenali hoaks sekaligus ikut mengawasi proses pemilu agar berjalan secara berintegritas.

“Demokrasi yang kuat harus ditunjang dengan integritas pemilih maupun penyelenggara pemilu,” katanya.

Ia menambahkan, partisipasi pemilih di Parigi Moutong pada Pemilu 2024 mencapai 81 persen, melampaui target yang ditetapkan sebesar 80 persen. Capaian tersebut menjadi salah satu gambaran partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi di daerah.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *