PARIMO, Sendernews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo/resmi meluncurkan Gerakan Aksi Serentak (GAS) Sehat Bersama sebagai program unggulan daerah untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.
Program yang mengusung semangat pelayanan kesehatan merata dan berkualitas itu ditandai dengan peluncuran layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar serentak di seluruh wilayah Parimo.
Kegiatan juga diikuti secara daring oleh seluruh kepala desa, kader kesehatan, Tim Penggerak PKK, serta masyarakat di 278 desa dan lima kelurahan.
Bupati Parimo, Erwin Burase mengatakan, program tersebut merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian 12 Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan sekaligus mendukung program nasional Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
“Hari ini saya secara resmi meluncurkan layanan Cek Kesehatan Gratis yang telah dimulai sejak 17 Juni dan dilaksanakan serentak di 278 desa dan lima kelurahan se Parimo,” ungkapnya Peluncuran GAS Sehat Bersama berlangsung di Auditorium Kantor Bupati, Kamis (18/6),
Menurutnya, program CKG tidak hanya menjadi indikator penilaian kinerja daerah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui deteksi dini berbagai penyakit.
“Satu bulan lalu posisi kita berada di peringkat keempat. Padahal saat awal pelantikan, kita sempat berada di peringkat pertama. Pada evaluasi mendatang, kita harus berupaya kembali masuk peringkat satu atau dua. Program ini penting untuk mendeteksi penyakit lebih dini sehingga risiko yang lebih berat dapat dicegah,” katanya.
Ia menegaskan keberhasilan program kesehatan membutuhkan dukungan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Diperlukan sinergi pemerintah kecamatan, desa, kelurahan, kader kesehatan, dan seluruh unsur PKK agar manfaat program ini dapat dirasakan setiap keluarga,” jelasnya.
Semangatnya adalah bergerak serentak melayani masyarakat demi mewujudkan Parigi Moutong yang sehat, maju, dan sejahtera,” tegasnya.
Gerakan Sehat Bersama sendiri merupakan akronim dari Sehat Bersama Erwin-Sahid dan Masyarakat. Dalam kesempatan itu, juga mengapresiasi sejumlah inovasi pelayanan kesehatan yang telah berjalan, termasuk layanan ambulans gratis bagi masyarakat.
Meski demikian, ia meminta seluruh jajaran kesehatan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Layanan ambulans gratis sudah berjalan baik, tetapi setiap keluhan masyarakat harus segera ditindaklanjuti. Saya juga meminta Dinas Kesehatan menghitung kebutuhan anggaran untuk pemulangan jenazah warga Parimo yang meninggal dunia di rumah sakit Kota Palu agar mulai tahun depan dapat ditanggung pemerintah daerah,” ujarnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Darlin, menjelaskan bahwa Gerakan Aksi Serentak Sehat Bersama bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pelayanan kesehatan, memanfaatkan cek kesehatan gratis sebagai sarana deteksi dini penyakit, memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan, mendukung pencapaian indikator kesehatan daerah, serta mengoptimalkan layanan melalui berbagai inovasi.
Ia melaporkan sejumlah capaian program kesehatan selama satu tahun terakhir. Layanan ambulans gratis telah menangani 266 kasus pada 2025 dan 113 kasus sepanjang 2026. Rumah Tunggu Rujukan di Makassar juga berkembang dari empat kamar menjadi 12 kamar.
Selain itu, program Layanan Kesehatan Bergerak telah melayani 77 kasus pada 2025 dan 16 kasus pada 2026. Dinas Kesehatan juga menerapkan Program Layanan Simpatik dengan prinsip “Senyum, Sapa, dan Santun” serta menyiapkan edukasi kesehatan dalam bentuk video sinema berbahasa daerah agar lebih mudah dipahami masyarakat.
Ke depan, Gerakan Aksi Serentak Sehat Bersama akan dijadikan metode baku dalam pelaksanaan kegiatan skrining kesehatan di seluruh wilayah Parimo






