PARIMO, Sendernews.id— Capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) yang disebut menjadi tertinggi di Sulawesi Tengah selama enam bulan berturut-turut diminta tidak membuat pelayanan kesehatan dasar atau Standar Pelayanan Minimal (SPM) terabaikan.
Ketua TP-PKK Kabupaten Parimo, Hestiwati Nanga, mengatakan tingginya capaian CKG harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kalau CKG-nya kita luar biasa seperti ini, jangan sampai tidak berbanding lurus dengan SPM. Jangan kita terlena dengan CKG tinggi, tapi kita evaluasi juga SPM kita,” ungkapnya saat menghadiri sosialisasi kesehatan di Desa Mertasari, Jumat (2/10).
Ia mengingatkan, keberhasilan program CKG tidak cukup hanya dilihat dari tingginya jumlah masyarakat yang mengikuti pemeriksaan kesehatan. Pelayanan dasar melalui pemenuhan SPM juga perlu menjadi perhatian dan terus dievaluasi.
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari partisipasi masyarakat serta kerja tenaga kesehatan dalam menjalankan program CKG di wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Atas capaian itu, Hestiwati menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan tenaga kesehatan yang dinilainya telah berkontribusi terhadap pelaksanaan CKG.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan sedalam-dalamnya buat masyarakat dan tenaga kesehatan Kabupaten Parigi Moutong,” ujarnya.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi yang tidak hanya membahas CKG, tetapi juga pencegahan stunting dan Tuberkulosis (TBC). Kegiatan tersebut digelar oleh Pokja 4 TP-PKK Kabupaten Parigi Moutong.
Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Mertasari dan melibatkan TP-PKK dari Kecamatan Parigi, Parigi Barat dan Parigi Selatan, termasuk kader TP-PKK di tingkat desa.
Selain mendapatkan pemahaman mengenai isu stunting, CKG dan pencegahan TBC, peserta juga mengikuti layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilaksanakan Puskesmas Parigi.
Melalui kegiatan itu, TP-PKK mendorong kader agar tidak hanya berperan dalam kegiatan organisasi, tetapi juga menjadi penghubung informasi kesehatan bagi masyarakat di tingkat kecamatan hingga desa.
Penguatan peran kader tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan masalah kesehatan, sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.







