Daerah  

Banjir Toribulu, 191 KK Terdampak: Delapan KK Masih Mengungsi

Bupati Parimo, Erwin Burase meninjau lokasi sungai yang mengakibatkan luapan air kepemukiman warga di Toribulu

PARIMO, Sendernews.id— Sebanyak 191 kepala keluarga (KK) di enam desa Kecamatan Toribulu, Kabupaten Parigi Moutong, terdampak banjir yang terjadi pada 25 dan 27 September 2026. Di tengah penanganan banjir terbaru, delapan KK di Desa Sibalago bahkan masih bertahan di lokasi pengungsian sejak bencana 2024.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase saat meninjau langsung wilayah terdampak dan menyerahkan bantuan sembako kepada warga, Rabu (7/10).

banner 970x250

Enam desa yang terdampak yakni Tomoli Utara 70 KK, Toribulu Selatan 35 KK, Singura 30 KK, Sibalago 25 KK, Sienjo 15 KK, dan Tomoli Selatan 16 KK.

Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD, segera memetakan titik yang menjadi penyebab banjir. Menurutnya, penanganan tidak boleh berhenti pada respons setelah bencana, tetapi harus diarahkan pada pencegahan agar banjir tidak terus berulang.

“Banjir di wilayah kita terjadi berulang-ulang. Ini yang harus kita antisipasi bersama agar kejadian seperti ini tidak terus terjadi dan masyarakat tidak menjadi korban,” ungkapnya.

Di Desa Sibalago, ia mendapati delapan KK masih menempati lokasi pengungsian. Bahkan, satu tenda digunakan lebih dari satu keluarga. Kondisi itu dinilai membutuhkan penanganan segera, terutama menyangkut tempat tinggal, kesehatan, air bersih, dan kebutuhan dasar.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah menyerahkan bantuan berupa sembako, tenda dan sarung, serta menyediakan mesin pompa air untuk mendukung kebutuhan air bersih warga. Bantuan sembako merupakan dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Bupati berdialog dengan warga dan menerima laporan mengenai adanya warga yang sedang sakit. Ia meminta aspek kesehatan dan kebersihan tetap menjadi perhatian selama warga masih berada di pengungsian.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah disebut akan membantu pembangunan rumah permanen. Pemkab Parigi Moutong telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan berukuran 37 x 40 meter untuk lokasi hunian tersebut.

Ia mengatakan pembangunan rumah permanen itu akan ditindaklanjuti melalui proses tender. Pemerintah berharap pembangunan segera berjalan sehingga warga Sibalago tidak lagi bergantung pada tempat pengungsian.

“Pemerintah provinsi membantu pembangunan rumah permanen, sementara pemerintah kabupaten sudah menyiapkan lahannya. Kita berharap prosesnya dapat segera berjalan,” ujarnya.

Selain banjir, dirinya mengingatkan masyarakat menghadapi ancaman bencana lain, terutama kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan. Kondisi cuaca di Parigi Moutong tidak seragam; sejumlah wilayah mengalami hujan lebat, sementara wilayah lain masih menghadapi kekeringan dan keterbatasan air bersih.

Ia meminta edukasi dan mitigasi bencana diperkuat hingga masyarakat dan sekolah. Saat bencana terjadi, keselamatan anak-anak, lanjut usia, ibu-ibu, serta kelompok rentan lainnya harus menjadi prioritas.

Ia mengapresiasi relawan, BPBD, pemerintah desa, camat, dan masyarakat yang terlibat dalam penanganan bencana. Ia berharap penanganan di Toribulu, khususnya bagi warga Sibalago yang masih mengungsi, segera menghasilkan solusi permanen.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *