PARIMO, Sendernews.id— Sebanyak 10 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, siap memulai kegiatan usaha setelah menyelesaikan tahapan verifikasi dan validasi pemerintah.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Parigi Moutong, Fit Dewana, mengatakan 10 gerai tersebut merupakan bagian dari 20 gerai yang telah menyelesaikan pembangunan fisik hingga 100 persen.
“Dari 20 gerai yang telah selesai dibangun, 10 gerai menyatakan kesiapan memulai kegiatan usaha dalam waktu dekat,” ungkapnya Senin (12/10)
Ia menjelaskan, dari total 283 desa dan kelurahan di Parigi Moutong, sebanyak 37 gerai KDKMP saat ini sedang berproses. Rinciannya, 20 gerai telah rampung dibangun, sedangkan 17 gerai lainnya masih dalam tahap pembangunan fisik.
Sepuluh gerai yang siap beroperasi tersebar di Desa Olobaru, Suliindah, Tindaki, Pangi, Laemanta, Donggulu, Katulistiwa, Singura, Wanagading, dan Pandelalap.
Sejumlah koperasi yang siap beroperasi juga telah menerima bantuan kendaraan operasional dari pemerintah untuk menunjang mobilitas dan kelancaran kegiatan usaha.
Sementara itu, 10 gerai lainnya yang telah menyelesaikan pembangunan fisik masih menjalani proses verifikasi dan validasi oleh tim Dinas Koperasi dan UMKM sebelum diizinkan beroperasi. Gerai tersebut berada di Masari, Sumber Sari, Dolago, Siganti Barat, Silutung, Malalan, Sidoan, Tabolobolo, Tinombala Barat, dan Kota Nagaya.
Ia mengatakan, usaha KDKMP diarahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui penjualan bahan pangan pokok, elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, pupuk, peralatan pertanian, hingga penyediaan layanan apotek.
Selain menyediakan kebutuhan masyarakat, koperasi juga didorong mengembangkan usaha dengan menyerap hasil produksi petani lokal dan memasarkan produk unggulan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui gerai KDKMP.
Menurutnya, pola usaha tersebut berpotensi memperluas pasar produk lokal sekaligus memberikan nilai tambah bagi hasil produksi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Parimo, bertanggung jawab melakukan pembinaan dan pengawasan untuk memastikan kegiatan usaha KDKMP berjalan sesuai tujuan program prioritas pemerintah pusat.
Pada 2026, Pemkab Parimo menargetkan sekitar 150 KDKMP memulai pembangunan fisik. Namun, target tersebut belum tercapai karena masih terkendala kesiapan lahan.
Ia berharap, keberadaan KDKMP dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa dan kelurahan, terutama melalui penyerapan hasil pertanian, perluasan pemasaran produk UMKM, serta pembukaan lapangan kerja baru bagi warga setempat.







