Daerah  

Kabut Asap Meluas, Status Siaga Parimo Diperpanjang

Rapat evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan yang berlangsung di Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, Jumat (23/10).

PARIMO, Sendernews.id— Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti hampir seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mengusulkan perpanjangan status siaga darurat selama satu bulan.

Rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat evaluasi penanganan karhutla dan kekeringan yang berlangsung di Gedung Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, Jumat (23/10).

banner 970x250

Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Rivai, bersama unsur terkait mengevaluasi penanganan bencana yang telah memasuki bulan kedua sejak status siaga darurat diberlakukan pada 26 Agustus 2026.

“Dalam evaluasi kondisi kabut asap menjadi perhatian utama. Kepekatan asap dilaporkan meningkat dalam tiga hari terakhir dan masih menyelimuti hampir seluruh wilayah Parimo berdasarkan pengamatan citra satelit serta analisis BMKG,” ungkapnya.

Paparan BMKG Stasiun GAW Lore Lindu Bariri Palu dan Stasiun Meteorologi Mutiara Palu menyebutkan, sebaran asap di Sulteng didominasi kiriman dari wilayah Papua. Sementara itu, fenomena El Niño diperkirakan berlangsung hingga Februari 2027.

Di tengah kondisi tersebut, potensi hujan ekstrem saat memasuki awal musim penghujan juga menjadi perhatian. Pemerintah daerah dinilai perlu menyiapkan langkah antisipasi terhadap kemungkinan munculnya ancaman bencana lain.

“Untuk mengurangi risiko kesehatan akibat paparan asap, rapat merekomendasikan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama satu minggu ke depan, khususnya bagi peserta didik jenjang PAUD, TK, SD, dan pendidikan menengah,”jelasnya.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker jika terpaksa beraktivitas di luar rumah. Pengadaan alat pengukur kualitas udara turut diusulkan agar kondisi pencemaran udara dapat dipantau secara lebih terukur.

Selain karhutla, kekeringan masih menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan. BPBD bersama sejumlah pihak telah menyalurkan air bersih ke 13 titik dengan dukungan tiga mobil tangki, terdiri atas dua unit milik BPBPK Provinsi Sulawesi Tengah dan satu unit PMI. Dukungan dua unit tambahan berasal dari Yonif TP 918/MM.

Selain itu, untuk memperkuat ketersediaan air, BPBD juga telah mengusulkan pembangunan sumur bor di sejumlah lokasi. Sebanyak 10 titik di antaranya diajukan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Lanjut dia, upaya pencegahan kebakaran turut menjadi agenda pembahasan. Sosialisasi larangan pembakaran lahan dan penegakan sanksi terhadap pelanggar dinilai perlu diperkuat melalui koordinasi lintas sektor untuk menekan risiko meluasnya kebakaran.

Selain perpanjangan status siaga darurat selama satu bulan, rapat merekomendasikan koordinasi penyaluran bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial.

“Seluruh rekomendasi tersebut selanjutnya disampaikan kepada Bupati Parigi Moutong untuk ditindaklanjuti,” terangnya.

Perpanjangan status siaga diharapkan dapat memperkuat koordinasi penanganan karhutla dan kekeringan, sekaligus memastikan perlindungan kesehatan serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah terdampak.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *