PARIMO-SenderNews.id-Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menempatkan perlindungan pekerja rentan sebagai salah satu prioritas program 100 hari kerja Bupati H. Erwin Burase dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid. Sebanyak 13.900 pekerja masuk dalam skema jaminan sosial ketenagakerjaan yang dibiayai melalui alokasi APBD.
Bupati Parimo, Erwin Burase, menegaskan program tersebut merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi pekerja yang kesehariannya rawan risiko, terutama mereka yang tergolong miskin dan miskin ekstrem.
“Anggaran kita memang terbatas tahun ini, tetapi perlindungan pekerja tetap kami prioritaskan. Karena itu, Dinas Nakertrans bersama BPJS Ketenagakerjaan dan pemerintah desa harus memastikan iuran terbayar paling lambat 30 September 2025,” ucap Erwin saat peluncuran program di Kecamatan Mepanga, Rabu (10/9).
Ia menjelaskan, langkah tersebut juga mendukung target nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang RPJPN 2005–2025. Pada 2045, pemerintah menargetkan minimal 95 persen pekerja telah memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Erwin menambahkan, pekerja yang terlindungi akan bekerja lebih tenang, produktivitas meningkat, kesejahteraan keluarga terjamin, dan pada akhirnya mempercepat pembangunan daerah.
Selain itu, ia mengingatkan seluruh badan usaha di Parimo agar tidak mengabaikan kewajiban mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan. Menurutnya, kepesertaan bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk melindungi pekerja dan keluarganya.
“Dinas Nakertrans harus terus mendorong kepatuhan perusahaan. Jangan sampai ada pekerja yang sudah berkontribusi bagi pembangunan daerah, tapi tidak mendapat hak perlindungan sosial,” tegasnya.
Erwin juga menekankan bahwa perlindungan sosial bukan hanya urusan administratif, melainkan strategi jangka panjang untuk menekan potensi kemiskinan akibat risiko kerja seperti kecelakaan, sakit, atau kematian.
“Kalau pekerja kita terlindungi, mereka bisa bekerja dengan tenang, keluarga lebih sejahtera, dan pembangunan Parigi Moutong bisa dipacu lebih cepat,” pungkasnya.







