Daerah  

Wabup Parimo Soroti Leletnya Kehadiran OPD dan Camat di Rapat Sinkronisasi Data

Wakil Bupati Parimo Abdul Sahid, memimpin rapat Singkrinisasi data.

PARIMO, SenderNews.id – Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo) menyoroti keterlambatan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan camat dalam menghadiri rapat sinkronisasi data program Bupati dan Wakil Bupati dengan program Gubernur Sulawesi Tengah “Berani Menyala.”

Sorotan tersebut disampaikan saat dirinya memimpin rapat, Kamis (6/11), setelah menunggu cukup lama sebelum kegiatan dimulai.

banner 970x250

“Saya minta kepada kepala OPD dan seluruh camat agar melaksanakan kegiatan tepat waktu. Saya sudah menunggu dari tadi, jam berapa baru mulai ini,” keluh Wabup Abdul Sahid, saat memimpin rapat Kamis (6/11).

Ia menegaskan, kebiasaan datang terlambat tidak boleh dipertahankan karena menghambat efektivitas kerja. Menurutnya, sikap disiplin waktu adalah cerminan tanggung jawab dan profesionalisme.

“Masalah seperti ini terjadi di banyak tempat, bukan hanya di Parimo. Ke depan, setiap kegiatan harus dimulai tepat waktu,” tegasnya.

Wabup juga meminta agar setiap peserta rapat hadir secara langsung, bukan diwakilkan. Ia menilai, banyak data yang disampaikan dalam rapat sering kali tidak valid karena kurangnya kehadiran pihak yang memahami detail informasi tersebut.

“Contohnya data pendapatan pegawai dan pemerataan penempatan guru. Banyak yang tidak sesuai karena laporan dari bawah tidak akurat. Kebiasaan seperti ini harus kita ubah,” ujarnya.

Ia menambahkan, rapat sinkronisasi data sangat penting untuk kemajuan daerah. Namun, masih ditemukan camat yang enggan hadir langsung atau membawa data yang belum sesuai kebutuhan rapat.

Selain itu, ia turut menyinggung persoalan penyaluran gas LPG bersubsidi yang masih belum tepat sasaran. Ada warga yang menerima lebih dari satu tabung, sementara masyarakat kurang mampu justru tidak mendapatkannya.

“Melalui pertemuan ini, mari kita benahi data agar ke depan Parigi Moutong bisa menjadi contoh dalam penataan dan validasi data, terutama bagi masyarakat kurang mampu,” pungkasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *