Dinkes Parimo: Kejelasan Proyek Puskesmas Torue Setelah 14 Desember

Kadinkes Parimo, mendampingi Kejari memantau pekerjaan Lebkes dan Puskesmas Torue.

PARIMO, Sendernews.id — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), I Gede Widiada, menyatakan kejelasan progres pembangunan Puskesmas Torue baru akan diketahui setelah batas akhir pengerjaan pada 14 Desember 2025.

Ia menyebut kondisi proyek yang dikerjakan CV Jelajah Sulteng masih mengkhawatirkan, namun belum dapat memberikan penjelasan rinci terkait progres di lapangan.

banner 970x250

Pernyataan tersebut disampaikan saat monitoring proyek Laboratorium Kesehatan bersama Kepala Kejaksaan Negeri Parimo, Purnama, pada Kamis, 4 Desember 2025.

“Saya belum berani menjelaskan panjang lebar soal proyek Puskesmas Torue,” ujar I Gede Widiada.

Menurutnya, evaluasi akan dilakukan untuk menghitung persentase hasil pekerjaan dan memastikan apakah pelaksana dapat diberikan perpanjangan waktu atau tidak.

Kajian tersebut, menurut dia menjadi dasar pengambilan keputusan terhadap kelanjutan proyek bernilai Rp7,6 miliar itu.

Ia menegaskan, proses rapat bersama pelaksana proyek akan dilakukan setelah kontrak berakhir pada 14 Desember. Hasil evaluasi juga akan menentukan langkah pemerintah daerah dalam menyelesaikan proyek tersebut.

“Setelah tanggal 14 Desember, kami akan rapat bersama pelaksana proyek untuk membahas soal itu, apakah diberikan perpanjangan atau tidak,” jelasnya.

Ia menambahkan, pihak pelaksana telah mengajukan surat permohonan perpanjangan waktu pekerjaan kepada Dinas Kesehatan Parimo. Namun, keputusan final menunggu hasil evaluasi lapangan dan kajian teknis.

“Proyek pembangunan Puskesmas Torue merupakan salah satu fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama di wilayah Kecamatan Torue yang ditargetkan dapat beroperasi usai pembangunan rampung,” pungkasnya.

Penulis: TriEditor: Mawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *