JAKARTA, SenderNews.id – Dalam upaya menghadapi tantangan bonus demografi, Bupati Parigi Moutong (Parimo), Erwin Burase, melakukan audiensi dengan Menteri Pemberdayaan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Drs. H. Mukhtarudin, untuk membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) dan penyiapan tenaga kerja migran yang kompeten serta terlindungi.
Pertemuan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Parimo dalam memastikan peningkatan jumlah penduduk usia produktif dapat menjadi peluang, bukan beban pembangunan daerah.
“Bonus demografi adalah peluang emas, tapi jika tidak disiapkan dengan baik, bisa menjadi beban. Parigi Moutong ingin menjawab tantangan ini dengan menyiapkan anak muda yang siap bersaing, baik di dalam negeri maupun sebagai pekerja migran,” ujar Bupati Erwin.
Dalam kesempatan itu, Erwin menjelaskan sejumlah strategi daerah, antara lain pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK), penguatan pelatihan vokasi, serta peningkatan kapasitas masyarakat melalui program keterampilan berbasis kebutuhan pasar tenaga kerja.
Ia juga menyebutkan, pemerintah daerah bersama Wakil Bupati Abdul Sahid telah merancang berbagai program penguatan SDM seperti job fair, pelatihan terpadu, dan pemberdayaan tenaga kerja berbasis potensi wilayah.
Sementara itu, Menteri P2MI Drs. H. Mukhtarudin mengapresiasi langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong karena dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia.
“Kami menyambut baik inisiatif Parigi Moutong. Pemerintah pusat siap mendukung daerah yang berkomitmen menyiapkan tenaga kerja berkualitas dan memperluas peluang kerja yang bermartabat, khususnya bagi pekerja migran Indonesia,” tegas Mukhtarudin.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyiapkan SDM yang mampu bersaing di pasar global sekaligus terlindungi secara hukum dan sosial.
Audiensi tersebut juga dihadiri pejabat tinggi Kementerian P2MI, termasuk Dirjen Pemberdayaan dan Kepala Biro Kehumasan Menteri. Pertemuan ini menegaskan komitmen bersama untuk mengatasi tantangan ketenagakerjaan, mulai dari keterbatasan akses pelatihan hingga sistem penempatan kerja yang aman dan transparan.
Menutup pertemuan, Bupati Erwin berharap kerja sama tersebut dapat mempercepat realisasi pembangunan BLK dan pelatihan kerja di Parigi Moutong.
“Kami ingin anak-anak muda Parigi Moutong menjadi tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan membanggakan Indonesia,” pungkasnya.







