Kawasan Industri Hijau Parimo Siap Ekspor

Bupati Parimo, Erwin Burase, memaparkan kesiapan untuk menjadikan wilayah Parimo kawasan industri hijau. (FOTO:Istimewa)

JAKARTA, SenderNews.id – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, menyiapkan Kawasan Industri Hijau yang berorientasi ekspor sebagai langkah konkret memperkuat hilirisasi komoditas unggulan daerah.

Rencana ini disampaikan langsung oleh Bupati Parimo, Erwin Burase dalam audiensi bersama Wakil Menteri Investasi/Kepala BKPM, Ir. Todotua Pasaribu, ST., di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Kamis (10/10).

banner 970x250

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Erwin memaparkan strategi pengembangan kawasan industri terintegrasi yang menampung hilirisasi komoditas unggulan seperti cokelat, kelapa, dan durian—tiga sektor yang selama ini menjadi penopang ekonomi utama masyarakat Parimo.

“Parimo tidak ingin hanya menjadi penghasil bahan mentah. Kami ingin nilai tambahnya tinggal di daerah, petani sejahtera, dan industri lokal tumbuh. Karena itu, kami hadir untuk meminta dukungan penuh pemerintah pusat,” ungkapnya

Kawasan industri hijau tersebut dirancang sebagai pusat produksi, pengemasan, hingga distribusi produk olahan berbasis pertanian dan peternakan. Termasuk di dalamnya pengembangan produk turunan susu segar dari program peternakan sapi perah yang tengah digagas pemerintah daerah.

Selama ini, Parimo dikenal sebagai salah satu sentra kakao rakyat terbesar di Sulteng, namun sebagian besar hasilnya masih dijual dalam bentuk biji mentah.

“Melalui kawasan industri ini, Pemkab menargetkan lahirnya industri pengolahan cokelat, minyak kelapa, dan durian olahan siap ekspor,” terangnya.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menyambut baik inisiatif tersebut dan menilai Parigi Moutong telah sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menekankan pentingnya hilirisasi berbasis potensi daerah.

“Kami sangat mendukung langkah Bupati Parimo. Ini contoh nyata daerah yang paham visi hilirisasi. Industrialisasi daerah tidak hanya membuka lapangan kerja, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global,” tegas Todotua Pasaribu.

Kawasan industri hijau itu nantinya akan dilengkapi dengan akses jalan nasional, pelabuhan, dan bandara regional, serta dukungan pasokan listrik dan air bersih yang memadai untuk menopang aktivitas produksi dan ekspor.

Pemerintah daerah berharap dukungan Kementerian Investasi tidak hanya dalam hal perizinan dan fasilitasi regulasi, tetapi juga dalam menarik minat investor nasional dan asing agar ikut membangun industri hilir di Parigi Moutong.

Audiensi ini menjadi langkah nyata sinergi pusat dan daerah dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045, khususnya di sektor agribisnis dan industrialisasi daerah.

Dengan kekuatan komoditas strategis seperti cokelat, kelapa, dan durian, Parigi Moutong siap menjadi model kawasan industri hijau berorientasi ekspor dari timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *